Update Harga Komoditas Dunia Hari Ini: Emas Stabil, Minyak Menguat, Gula London Anjlok Tajam
Abdul Rosid March 23, 2026 06:00 PM

TRIBUNBANTEN.COM - Pergerakan harga komoditas global menunjukkan dinamika beragam pada perdagangan hari ini, Senin (23/3/2026).

Sejumlah komoditas energi seperti minyak mencatat penguatan signifikan, sementara logam mulia dan produk agrikultur mengalami tekanan dalam jangka pendek.

Berdasarkan data terkini, harga Emas tercatat relatif stabil dalam pergerakan jangka pendek dengan kenaikan tipis 0,04 persen, baik dalam 15 menit maupun per jam.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Wisata Banten, 24 Maret 2026: Pantai Anyer hingga Sawarna Berpotensi Hujan Ringan

Namun, dalam periode harian hingga bulanan, emas justru mengalami penurunan cukup dalam, masing-masing sebesar -6,73 persen hingga -16,92 persen.

Meski begitu, dalam jangka panjang tiga tahun, emas masih mencatat kenaikan signifikan sebesar 114,69 persen.

Berbeda dengan emas, harga Perak mengalami tekanan di hampir semua periode. Dalam jangka pendek turun 0,70 persen, sementara dalam sebulan merosot hingga -26,93 persen. Namun, dalam tiga tahun terakhir, perak justru melonjak hingga 175,88 persen.

Untuk komoditas industri seperti Tembaga, tren penurunan terlihat cukup konsisten. Dalam periode bulanan turun -10,91 persen, dan secara tahunan melemah -6,54 persen. Meski demikian, dalam tiga tahun terakhir masih mencatat pertumbuhan positif sebesar 30,32 persen.

Sementara itu, Platinum juga menunjukkan tren serupa, dengan penurunan dalam periode harian hingga tahunan. Namun dalam jangka panjang, harga platinum masih menguat 80,76 persen.

Komoditas Energi Menguat Signifikan

Di sektor energi, Minyak Brent menunjukkan performa positif. Dalam satu bulan terakhir, harga minyak Brent melonjak 53,50 persen dan dalam satu tahun naik hingga 78,52 persen.

Hal serupa juga terjadi pada Minyak Mentah WTI yang naik 51,10 persen dalam sebulan dan 72,71 persen secara tahunan.

Selain itu, Gas Alam juga mencatat kenaikan dalam jangka pendek hingga bulanan, meski secara tahunan masih terkoreksi -15,68 persen.

Komoditas energi lainnya, Heating Oil, bahkan mencatat lonjakan signifikan hingga 77,40 persen dalam satu bulan dan 124,78 persen dalam periode tahunan.

Komoditas Pertanian Campur Aduk

Di sektor agrikultur, harga Kopi C AS mengalami penurunan dalam jangka pendek sebesar -0,45 persen, namun dalam satu bulan masih mencatat kenaikan 8,49 persen.

Harga Jagung AS dan Gandum AS menunjukkan tren positif dalam jangka pendek hingga tahunan, meski dalam periode tiga tahun justru mengalami penurunan.

Sementara itu, Gula London menjadi sorotan karena anjlok tajam hingga -11,33 persen dalam waktu singkat, meski masih mencatat kenaikan tipis dalam periode bulanan.

Komoditas lain seperti Kapas #2 AS cenderung stabil dengan fluktuasi kecil, sedangkan Kakao AS menunjukkan kenaikan jangka pendek namun masih tertekan dalam periode tahunan.

Tren Global dan Implikasinya

Pergerakan harga komoditas ini mencerminkan dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari permintaan energi, kondisi ekonomi dunia, hingga perubahan cuaca dan produksi di sektor pertanian.

Bagi pelaku pasar dan investor, fluktuasi ini menjadi indikator penting dalam menentukan strategi investasi maupun perencanaan bisnis ke depan.

Dengan tren yang terus berubah, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga komoditas global sebagai bagian dari pengambilan keputusan ekonomi yang lebih bijak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.