Pengakuan Mahasiswa di Inggris yang Tertular Meningitis, Bersyukur Masih Hidup
GH News March 23, 2026 06:09 PM
Jakarta -

Seorang mahasiswi Kent University menceritakan pengalamannya terkena infeksi meningitis. Wanita bernama Annabelle Mackay (21) itu mengaku merasa beruntung masih bisa hidup usai dilarikan ke rumah sakit akibat infeksi yang menyakitkan.

Mackay menduga dirinya tertular meningitis saat keluar malam di Club Chemistry di Canterbury pada 5 Maret 2026, atau kemungkinan di lokasi lain pada malam sebelumnya. Mahasiswi jurusan hukum itu mengira mengalami gejala COVID-19 dan sempat menjalani tes, tetapi hasilnya negatif.

"Kemudian saya mulai agak linglung, dan saya tidak benar-benar bisa berbicara dengan jelas dan saya juga sangat sensitif terhadap cahaya, jadi saat itulah saya berpikir ada sesuatu yang benar-benar salah," beber Mackay, dikutip dari M.

Kebingungan dan sensitivitas terhadap cahaya terang memang termasuk gejala meningitis.

Gejala Meningitis yang Perlu Diwaspadai

Selain kebingungan dan sensitif terhadap cahaya, gejala meningitis dan sepsis dapat meliputi demam tinggi, tangan dan kaki dingin, muntah, nyeri otot dan sendi, kulit pucat atau berbintik, ruam, sakit kepala, leher kaku, sangat mengantuk, hingga kejang.

Dalam rekaman yang dibagikan kepada media, Mackay terlihat mengenakan penutup mata dan headphone saat dituntun keluar dari rumah oleh seorang wanita yang memegang lengannya.

Ia mengaku sempat kehilangan kemampuan berbicara dan tidak mengingat proses saat dibawa ke rumah sakit dengan ambulans.

"Saya masih dalam keadaan delirium, dan pada itu saya juga kehilangan penglihatan, yang sangat menakutkan, terutama bagi teman dan keluarga saya," terang Mackay.

"Saya tidak terlalu memperhatikannya karena saya sangat kesakitan di tubuh saya, sehingga saya tidak punya waktu memproses bahwa saya tidak dapat melihat. Tetapi, itu jelas sangat menakutkan bagi keluarga dan teman-teman saya," lanjutnya.

Meski begitu, Mackay merasa bersyukur masih bisa hidup. Tetapi, ia harus fokus pada pemulihan agar bisa kembali normal.

Sementara itu, lebih dari 100 mahasiswa yang mengantre untuk mendapatkan vaksin meningitis di kampus Universitas Kent di Canterbury sempat ditolak pada Jumat lalu (20/3/2026).

Direktur kesehatan masyarakat Dewan Kabupaten Kent, Anjan Ghosh, memperingatkan bahwa klaster rumah tangga 'sporadis' berpotensi muncul di wilayah lain Inggris.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) sebelumnya melaporkan jumlah kasus terkait wabah ini meningkat menjadi 29, dari sebelumnya 27. Sebanyak 18 kasus telah dikonfirmasi, sementara 11 lainnya dikategorikan sebagai 'kasus kemungkinan', yang seluruhnya terkait dengan wilayah Kent.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.