Mengapa Banyak Orang Sakit Pasca Lebaran? Pakar FKUI Beberkan Pemicunya
GH News March 23, 2026 06:09 PM
Jakarta -

Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa dengan pola makan teratur, momen Lebaran sering kali menjadi ajang 'balas dendam' kuliner bagi sebagian besar masyarakat. Hanya saja kegembiraan menyantap hidangan khas hari raya ini kerap menyisakan masalah kesehatan yang serius segera setelah perayaan usai.

Pakar penyakit pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, menyoroti fenomena kambuhnya berbagai penyakit kronis pasca-Lebaran akibat pola makan yang tidak terkendali.

Efek 'Balas Dendam' Makanan Bersantan dan Gurih

Menurut Prof Ari, banyak masyarakat yang mulai mengabaikan pantangan makan saat berkumpul bersama keluarga. Makanan yang selama ini dijaga ketat, tiba-tiba dikonsumsi dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

"Pasca-Lebaran, ketika Lebaran banyak yang makannya sudah tidak terkendali lagi. Yang sudah dijaga, terutama jeroan dan seafood, akhirnya dikonsumsi berlebihan sehingga asam uratnya kambuh," jelas Prof. Ari saat dihubungi.

Lonjakan kadar asam urat ini biasanya ditandai dengan nyeri sendi yang hebat, terutama di area kaki, yang dapat mengganggu aktivitas silaturahmi maupun perjalanan pulang mudik.

GERD Rentan Kambuh pasca Lebaran

Selain jeroan, hidangan kue-kue kering dan camilan khas Lebaran yang kaya akan kandungan cokelat dan keju juga menjadi ancaman bagi sistem pencernaan. Prof. Ari mengingatkan bahwa jenis makanan ini adalah pemicu utama gangguan lambung.

"Kita tahu makanan yang mengandung cokelat dan keju itu banyak saat Lebaran. Akhirnya, penyakit mag atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) mereka kambuh lagi," tambahnya.

Lemak tinggi dalam keju dan kandungan kafein/teobromin pada cokelat dapat membuat katup lambung menjadi rileks, sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.