Wisatawan Asal Puncak Rela Tembus Macet 7 Jam ke Palabuhanratu: Parungkuda-Cibadak Paling Parah
Ravianto March 23, 2026 06:29 PM

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Kemacetan terjadi di wilayah utara Sukabumi dari pintu gate tol Bocimi Parungkuda, kendaraan membludak keluar dari tol menuju kawasan Pantai Palabuhanratu dam sekitarnya.

Bahkan sampai di jalur pantai, kendaraan pun membludak, antrean kendaraan terlihat mengurai baik yang hendak masuk ke jalur pantai maupun yang akan keluar dari jalur pantai menuju Sukabumi, Bogor dan sekitarnya, Senin (23/3/2026).

Kemacetan panjang ini salah satunya dialami keluarga wisatawan asal Puncak, Bogor.

Siti Suryati bersama suami dan tiga orang anaknya berangkat sekitar pukul 04.30 WIB dari Puncak Bogor untuk berwisata ke Pantai Palabuhanratu.

"Saya dari Puncak (Bogor), memang sengaja ngajak anak-anak sama adik-adik," ujar Suryati kepada Tribunjabar.id di Pantai Karanghawu Kebon Kalapa, Senin (23/3/2026), siang.

Awal perjalanan dengan mobil pribadinya berjalan lancar tanpa sendatan kendaraan dari arah Puncak menuju Ciawi.

Baca juga: Antrean Kendaraan Mengular 1 Km di Jalur Sukabumi–Bogor, Simpang Cibadak Titik Macet Parah Sore Ini

Suryati dan keluarganya menyusuri jalur arteri dengan rute Cigombong - Cicurug - Parungkuda - Cibadak - Warungkiara hingga ke Palabuhanratu.

Awal perjalanan berjalan lancar sampai melewati Cicurug. Namun, saat sampai ke jalur Parungkuda, tepat di Jalan Siliwangi persimpangan Gate Tol Bocimi Parungkuda, kendaraan yang ditumpangi Suryati pun langsung terhenti.

Ratusan kendaraan di depannya terlihat begitu antre. Dengan sabar Suryati menikmati perjalanan.

SIMPANG CIBADAK - Arus balik wisatawan dari kawasan Palabuhanratu dan pusat Kota Sukabumi menyebabkan kepadatan lalu lintas di sejumlah titik, terutama di Simpang Tiga Cibadak hingga jalur arteri Sukabumi–Bogor, Minggu (22/3/2026).
SIMPANG CIBADAK - Arus balik wisatawan dari kawasan Palabuhanratu dan pusat Kota Sukabumi menyebabkan kepadatan lalu lintas di sejumlah titik, terutama di Simpang Tiga Cibadak hingga jalur arteri Sukabumi–Bogor, Minggu (22/3/2026). (Tribun Jabar/Dian Herdiansyah)

Tiga orang anaknya yang sudah remaja memilih tidur pulas di dalam mobil menikati jalanan macet.

Kaca mobil pun dibuka tutup Suryati untuk sesekali merasakan udara segar di tengah kemacetan. Namun, cuaca begitu terik ia kembali menggunakan AC mobil untuk mendinginkan udara.

Gas diinjak begitu pelan oleh suami Suryati untuk tetap melaju di tengah kemacetan. 

Lolos dari kemacetan di Parungkuda, Suryati dan keluarganya kembali dihadapkan kemacetan jalanan di Pasar Cibadak sampai ke persimpangan.

Sekitar 4 jam dari Parungkuda sampai ke Cibadak perjalanan Suryati tersendat.

Meskipun terjebak macet, Suryati mengaku menikmati perjalanan. 3 jam berikutnya Suryati habiskan di perjalanan dari Cibadak hingga sampai ke mawasan Pantai Palabuhanratu. 

Saat sampai di Palabuhanratu Suryati memilih menepi dan menikmati suasana di Pantai Karanghawu Kebon Kalapa.

Suryati mengaku ia sampai ke Pantai Karanghawu Kebon Kalapa sekitar pukul 11.30 WIB. Melihat waktu yang disebutkan Suryati, sekitar 7 jam ia dan keluarganya menghabiskan waktu tempuh di tengah kemacetan untuk sampai ke kawasan Pantai Palabuhanratu.

"Setengah lima (berangkat, red). Jam setengah dua belas pas (sampai ke pantai). Ya, jalur ke sini aja macetnya mah. Kalau dari Puncak mah biasa aja ya namanya juga pagi-pagi," ucap Suryati.

Suryati mengaku kemacetan tidak menjadikan halangan untuk ia dan keluarganya bisa berwisata ke Pantai Palabuhanratu.

"Ya gitu, seru-seru aja namanya juga lagi main, kan udah tiap hari di Puncak. (Sudah sampai) biasa aja, ya senanglah kalau sampai tujuan mah gitu, nggak ada penyesalan apa-apa," ucap Suryati.* (M Rizal Jalaludin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.