Sosok Steven Vitoria Asisten John Herdman, Jadi Role Model bagi Jay Idzes Cs ke Piala Dunia?
Suci BangunDS March 23, 2026 06:30 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Ada sosok asing dalam unggahan postingan Instagram Timnas Indonesia hari ini, Senin (23/3/2026) pagi. Sosok yang tampak dekat dengan John Herdman mengenakan jaket Timnas Indonesia.

Sosok itu bertubuh tinggi, memiliki sedikit brewok dan kumis di bagian wajahnya. 

Ia berada di sebelah John Herdman saat bersalaman dengan Ivar Jenner.

Perlahan, sosok tersebut, mulai diketahui publik. Namanya adalah Steven Vitoria. Belum ada keterangan resmi dari PSSI soal sosok tersebut, namun banyak yang menduga ia adalah asisten pelatih John Herdman untuk Timnas Indonesia.

Jika benar terjadi, siapa itu Steven Vitoria? Bagaimana latar belakangnya? Bagaimana karier sepak bolanya, baik sebagai pelatih ataupun pemain?

TIMNAS INDONESIA - Bek timnas Kanada, Steven Vitoria tersenyum saat merayakan keberhasilan timnya. (Canada Soccer)

Steven Vitoria merupakan pesepak bola asal Kanada yang kini berusia 39 tahun. Ia baru saja memutuskan untuk gantung sepatu alias pension pada awal Februari 2026 lalu dari klub asal Portugal, Boavista.

Memang, Vitoria banyak menghabiskan kariernya sebagai pesepak bola professional di Liga Portugal, termasuk membela klub besar Porto. Ia juga pernah bermain di Amerika Serikat dan Polandia.

Selama perjalanannya, Vitoria mencatatkan 379 penampilan di level klub, dan meraih 46 caps dengan timnas Kanada. Capaian terbaiknya lolos ke Piala Dunia 2026. Ya, Piala Dunia.

Namun, pemain asal Toronto, Ontario itu belum memiliki pengalaman menjadi pelatih, dan jika berada di Timnas Indonesia apakah ia akan menjadi asisten pelatih John Herdman?

Belum diketahui pasti soal hal tersebut, namun yang bisa dipelajari dari sosok Steven Vitoria adalah pengalamannya tentang Piala Dunia.

Steven Vitoria merupakan salah satu pemain tertua ke-18 yang tampil di Piala Dunia 2022. Laga pertamanya dengan Kanada melawan Belgia saat usia 35 tahun 10 bulan 20 hari.

Ia lebih tua dari Luis Suarez (selisih 2 hari), Cavani, Jan Vertonghen, dan Dries Martens.

Usianya juga berada di atas sang pemenang Piala Dunia 2022, Lionel Messi.

Tidak mudah bagi seorang pesepak bola tampil di Piala Dunia saat memasuki usia senja sebagai pesepak bola professional.

Tapi Steven Vitoria adalah salah satunya dan bagian dari sejarah Kanada yang lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah tahun 1986.

Ia hampir tak pernah absen di babak kualifikasi zona CONCACAF, bahkan didapuk sebagai kapten saat Gold Cup pada pertengahan tahun 2021. Kanada Ketika itu berada di Bawah asuhan John Herdman, yang kemudian menorehkan sejarah tim untuk tampil di Piala Dunia.

Saat gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar, Steven Vitoria selalu tampil penuh waktu di 3 pertandingan penyisihan grup.

Salah satu pernyataan dari Canada Soccer soal Vitoria adalah, ia percaya bahwa prestasi dapat diraih oleh siapa pun yang percaya dan bersedia bekerja keras.

"Jika Anda menerima tanggung jawab yang menyertainya, kerja keras dan dedikasi, serta benar-benar memfokuskan pikiran Anda, saat itulah mimpi menjadi kenyataan," kata Vitoria.

"Jangan biarkan siapa pun mengatakan bahwa itu tidak mungkin karena itu jauh lebih dari mungkin dan itu adalah kebenaran saya yang jujur," sambungnya.

Fondasi Steven Vitoria jelas, sebagai pemain veteran yang mampu menjadi bagian Kanada menuju panggung paling akbar di dunia sepak bola.

Dan itu bisa menjadi motivasi bagi skuad Garuda pasca-kegagalan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni mendatang.

Jika melihat daftar 24 pemain Timnas Indonesia saat ini yang dipilih John Herdman untuk FIFA Series Maret 2026, tidak sedikit dari mereka yang sudah mencapai usia 25 tahun, bahkan ada beberapa yang sudah menginjak 30-an tahun.

Jika target PSSI lolos ke Piala Dunia 2030 mendatang, itu artinya skuad saat ini akan mengalami setidaknya penambahan empat tahun.

Emil Audero kini berusia 29 tahun, empat tahun kemudian ia menginjak usia 33 tahun. Lalu ada Calvin Verdonk (28), Kevin Diks (29), Sandy Walsh (31), dan Joey Pelupessy (32).

Joey Pelupessy jika masih dalam kondisi terbaik dan konsisten dalam performanya berada di usia 36 tahun saat penyelenggaraan Piala Dunia 2030. Dan masih spekulasi apakah ia masih dapat menembus skuad Garuda.

Artinya, John Herdman bisa saja menaruh Steven Vitoria, mantan anak didiknya sebagai asisten pelatih. Ia berbekal pengalaman di Piala Dunia yang bisa dibagikan kepada skuad Garuda. 

Peluang itu nyata adanya, seperti kutipan yang dijelaskan sebelumnya.

Selama bekerja sama dengan Herdman, Vitoria mengaku bagaimana peran pelatih asal Britania itu mampu membangkitkan gairah tim Kanada. Tidak hanya tim, tetapi semua pihak yang terlibat termasuk juga suporter yang memberikan dukungan, dan iklim sepak bola di negara itu sendiri.

"Banyak hal telah berubah sejak Herdman datang," bebernya.

"Mentalitas dan pola pikir pemenang telah hadir."

"Sejak pertama bertemu dengannya, dia sangat jelas dalam mengarahkan para pemain untuk mengubah Batasan mereka."

"Tidak ada zona nyaman di sini, ini tentang menciptakan terobosan baru setiap hari. Sangat memuaskan melihat hasil yang telah terjadi," jelasnya.

Saat berbagi cerita dengan Flashscore, Vitoria mengaku tidak ada yang lebih Bahagia bisa tampil di Piala Dunia, meskipun saat itu usianya telah menginjak 35 tahun.

"Kebahagiaan murni yang datang dari lubuk hari terdalam," ungkapnya.

"Sungguh suatu kebahagiaan yang luar biasa untuk bisa hidup di momen ini," tambahnya mengenang masa itu. Kontribusi untuk membawa Kanada tampil di Piala Dunia bukan hanya dari Vitoria, melainkan seluruh stakeholder yang terkait.

"Saya merasakan semua itu di kualifikasi terakhir," katanya soal titik awal dari kesuksesan Kanada ke Piala Dunia.

"Bagaimana negara ini Bersatu dan berubah di sekitar sepak bola. Ini adalah Piala Dunia kedua dalam sejarah Kanada, setelah tahun 1986, dan sekarang akan menjadi dua kali berturut-turut," tambahnya karena Kanada menjadi tuan rumah di Piala Dunia 2026.

"Ini bisa mengubah negara ini selamanya. Kita mungkin sedang menyaksikan awal dari sesuatu yang benar-benar menarik bagi negara kita," tutupnya dalam wawancara tahun 2022 itu.

Kutipan di atas hanya sebagian dari banyaknya pertanyaan dan jawaban dalam wawancara Flashscore dengan Vitoria.

Hadirnya Vitoria di skuad Timnas Indonesia, baik sebagai asisten pelatih maupun bagian dari kesuksesan John Herdman diharapkan dapat membantu Jay Idzes dan kolega, tidak hanya dari performa di lapangan melainkan pola pikir positif yang harus tetap terjaga demi menggapai mimpi jutaan pembela Garuda.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.