TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI – Ribuan wisatawan nekat memadati kawasan pemandian air panas Pancuran 13 di Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Senin (23/3/2026), meski status lokasi tersebut secara resmi masih ditutup untuk umum.
Pantauan di lokasi pada H+2 Lebaran menunjukkan antusiasme pengunjung yang luar biasa untuk mandi di pancuran darurat maupun sekadar bermain air.
Padahal, infrastruktur di lokasi tersebut belum sepenuhnya tertata pasca-terjangan banjir bandang beberapa waktu lalu. Jembatan akses menuju pancuran pun saat ini hanya mengandalkan swadaya masyarakat yang terbuat dari bambu dan kayu.
Kondisi Darurat yang Mengkhawatirkan
Meskipun papan imbauan dan larangan telah terpasang di berbagai sudut, hal tersebut tidak menyurutkan niat para pelancong. Siti Khoriyah, seorang pengunjung asal Losari, Brebes, mengaku kaget melihat kondisi Pancuran 13 yang sangat kontras dibandingkan kunjungannya dua tahun lalu.
"Jujur kaget melihat kondisi sekarang, ada rasa takut juga. Tapi karena sudah sampai sini, tetap mandi sebentar," ungkap Siti.
Ia juga mengeluhkan akses jalan menuju Guci yang padat dan dipenuhi lubang, serta berharap fasilitas jembatan dan tempat bilas segera diperbaiki agar kembali layak dan rapi.
Baca juga: H+2 Lebaran, 8000 Wisatawan Kunjungi Lokawisata Baturraden Banyumas
Kondisi "pasar dadakan" juga mulai terlihat di sekitar area terlarang tersebut, dengan banyaknya pedagang makanan dan oleh-oleh yang mulai menggelar lapak di tengah kerumunan wisatawan.
Respons Pengelola dan BKSDA
Kepala UPTD Objek Wisata Kabupaten Tegal, Wahyudi, menegaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), status Pancuran 13 sebetulnya masih ditutup demi alasan keamanan.
"Kami tidak menyarankan pengunjung beraktivitas di Pancuran 13 karena statusnya belum dibuka. Namun, karena antusiasme yang sangat tinggi, kami tidak bisa menutup akses secara total," jelas Wahyudi.
Sebagai langkah antisipasi, pengelola hanya bisa memberikan imbauan ketat agar wisatawan tidak terlalu lama berada di area pancuran. Wahyudi menyarankan pengunjung untuk beralih ke fasilitas yang lebih aman dan resmi.
"Tersedia sekitar 20 kamar pemandian air panas tertutup yang bisa digunakan secara gratis. Itu jauh lebih aman daripada memaksa mandi di Pancuran 13 atau Pancuran 5 yang kondisinya saat ini belum layak," pungkasnya. (dta)
Baca juga: Niat Potong Jalan Berujung Tersesat,Pemudik Asal Banyumas Terjebak di Hutan Pemalang Usai Ikuti Maps