Dedi Mulyadi Pergoki Parkir Liar di Perbatasan Bandung Barat–Subang, Gubernur Jabar Langsung Beri Peringatan Keras
Fidiah Nuzul Aini March 23, 2026 11:34 PM

Grid.ID -Dedi Mulyadi pergoki parkir liar di perbatasan Bandung Barat-Subang. Gubernur Jabar langsung beri peringatan keras.

Aksi tukang parkir atau juru parkir (jukir) liar di kawasan tugu perbatasan Kabupaten Bandung Barat-Kabupaten Subang ketahuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Bagaimana reaksinya?

Terbaru, Dedi Mulyadi pergoki parkir liar di perbatasan Bandung Barat-Subang. Gubernur Jabar langsung beri peringatan keras.

Dalam video yang beredar luas, terlihat seorang juru parkir liar mengenakan jaket hoodie hitam tengah beraksi dengan mengarahkan sebuah mobil putih agar bergerak dari bahu jalan. Setelah itu, ia tampak menerima sejumlah uang dari pengemudi kendaraan tersebut.

Rekaman video tersebut diduga diambil di area tugu perbatasan antara Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Aksi tersebut pun telah diketahui oleh Dedi Mulyadi, yang kemudian meminta para juru parkir liar untuk segera menghentikan kegiatan tersebut.

"Bagi mereka yang mencoba jadi tukang parkir liar dadakan dengan memanfaatkan fasilitas yang dibangun oleh pemprov untuk kepentingan sendiri, mohon dihentikan ya," ucap Dedi Mulyadi, dikutip dari media sosialnya.

Pria yang akrab disapa KDM tersebut menegaskan, pihaknya akan memberlakukan sanksi tegas apabila para jukir liar tetap melakukan aksinya.

"Kami akan melakukan tindakan tegas kalau saya sudah ingatkan," kata Dedi Mulyadi.

"Yang di spot atau area yang dibangun oleh pemprov kemudian ngambilin uang tanpa bekerja, saya ingatkan ya, untuk dihentikan. Kalau tidak, Anda akan ditangkap," tegas Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi Sampaikan Kritik Tajam di Momen Lebaran

Sebelumnya, Dedi Mulyadi sempat memberikan sambutan saat pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Sabtu (21/3/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa perayaan Lebaran tahun ini berlangsung dengan baik, tertib, serta dipenuhi suasana kebahagiaan.

Namun, menurut Dedi, di balik kegembiraan tersebut, momen Lebaran juga tak lepas dari rasa haru. Ada air mata yang jatuh, baik karena penyesalan atas kesalahan di masa lalu, kerinduan kepada keluarga yang telah tiada, maupun kepada sanak saudara yang berada jauh.

"Itu lah ciri dan tradisinya lebaran, tapi saya merasa bahwa pemerintah hari ini belum berbuat sesuai dengan keinginan masyarakatnya," ujar Dedi Mulyadi, Sabtu.

Dedi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Jabar, pada momen lebaran ini.

"Pemerintah belum bisa bekerja dengan baik, melayani kebutuhan masyarakat, memenuhi seluruh apa yang menjadi harapan," katanya.

Selain itu, Dedi juga membandingkan antara Indonesia dengan Islam dalam hal pungutan pajak.

"Islam mungutnya cuman zakat, kita ini kan rakyat suka iuran, ada pungutan, ada berbagai hal lah ada zakat, ada pajak, segala macam ya, banyak sekali tetapi kita enggak maju-maju," katanya.

Kuncinya cuman satu, kata dia, di negara lain jatah penyelenggara negaranya sedikit, sehingga uang untuk kepentingan rakyat lebih banyak.

"Di kita ini jatah untuk penyelenggara negaranya kegedean.Itu yang terus menerus ingin saya tekan, ingin saya perbaiki dan itu sekarang sudah mulai menampakkan hasil kan dari realokasi anggaran provinsi kan sudah mulai kelihatan," ucapnya.

"Uang-uang provinsi terdistribusi dengan baik terlihat ke mana mengalirnya, tidak gelap," tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.