Grid.ID - Cucu Mpok Nori, Dewhinta Anggary, ditemukan tewas dibunuh. Adapun pelaku diketahui merupakan mantan suaminya sendiri, pria berinisial FD.
Dewhinta Anggary ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026). Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban disebut sering bertengkar dengan pelaku.
Hubungan keduanya tidak harmonis karena FD tidak ingin berpisah dari korban. Pun belakangan diketahui, Dewhinta dan FD yang merupakan warga negara Irak tersebut sempat cekcok pada Jumat (20/3/2026).
Jasad cucu Mpok Nori ditemukan oleh ibunya pada Sabtu (21/3/2026) pagi dengan kondisi bersimbah darah di dalam kamar. Polisi mengungkap bahwa saat ditemukan, korban mengalami luka di bagian kepala dan leher.
Melansir Tribun-video.com, setelah penemuan tersebut, keluarga bersama warga melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Dari rekaman CCTV, terlihat FD menyeret sebuah karpet menuju suatu tempat sekitar pukul 00.10 WIB. Temuan ini memperkuat kecurigaan polisi, sehingga dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kecurigaan semakin menguat setelah salah satu saksi menyarankan agar polisi memeriksa kontrakan FD. Polisi kemudian mendatangi kontrakan FD yang masih berada di kawasan Bambu Apus, Cipayung.
Saat tiba di lokasi, kontrakan dalam keadaan terkunci. Petugas lalu meminta bantuan ketua RT dan pemilik kontrakan untuk membuka dan memeriksa bagian dalam.
"Saat memeriksa di dalam ditemukan karpet dan baju dari FD yang sudah kena darah. Lalu ada juga garan (gagang) cangkul yang ditemukan juga ada darahnya," tutur Edi.
Dari temuan tersebut, polisi semakin menguatkan dugaan keterlibatan FD dan langsung melakukan pelacakan keberadaannya. Polsek Cipayung kemudian berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya untuk mengejar FD.
Berdasarkan penelusuran, FD sempat berada di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Dalam pengembangan selanjutnya, FD yang merupakan warga negara asing (WNA) berhasil ditangkap di ruas tol menuju Merak pada Sabtu (21/3/2026).
Penangkapan dilakukan setelah polisi mengetahui bahwa FD bergerak dari Puncak menuju Bandara Soekarno-Hatta. Namun, sebelum sampai ke bandara, FD sudah memasuki jalan tol arah Merak hingga akhirnya berhasil diamankan oleh petugas.
"Diduga tujuannya melarikan diri. Lari ke sana lari ke sini. FD ini statusnya masih WNA. Bahasa Indonesia pun belum lancar," ungkap Edi. Setelah ditangkap, FD langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, dilansir dari Tribunjakarta.com, polisi telah menangkap pelaku pembunuhan cucu seniman Betawi legendaris Mpok Nori, Dewhinta Anggary (37). Pelaku adalah warga negara asing (WNA) asal Irak berinisial RFTJ. Pelaku mengaku hendak kembali ke negara asalnya setelah menghabisi nyawa korban.
"Usai membunuh korban, tersangka rencananya akan melarikan diri ke negara asalnya di Irak," kata Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Fechy J Ataupah, Senin (23/2/2026).
Fechy mengungkapkan, pelaku pembunuhan cucu Mpok Nori berniat kabur ke wilayah Sumatera sebelum kembali ke Irak. Namun, upaya itu gagal karena ia lebih dulu ditangkap polisi.
"Sambil menunggu situasi tenang, tersangka berniat bersembunyi terlebih dahulu di Sumatera," ungkap dia.
Diberitakan sebelumnya, cucu Mpok Nori, Dewhinta Anggary, ditemukan tewas dibunuh pada Sabtu (21/3/2026). Ia ditemukan bersimbah darah di kamar kontrakannya di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.
Pelaku adalah mantan suami siri korban, seorang Warga Negara Sing (WNA) asal Irak berinisial FD. Berdasarkan pemeriksaan sementara, motif pelaku diduga karena cemburu buta dan sakit hati tak terima berpisah dengan korban.