Dari Gambar Tayo hingga Dragon Ball, Warnai Penyisihan Festival Balon di Pekalongan 2026
rival al manaf March 23, 2026 11:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Beragam balon udara dengan desain unik mulai dari karakter Tayo, hingga Dragon Ball menghiasi langit Kota Pekalongan dalam babak penyisihan Festival Balon Udara Tambat 2026.

Babak penyisihan yang digelar di Lapangan Kelurahan Sokoduwet, Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (23/3/2026), berlangsung meriah. Puluhan balon udara warna-warni, diterbangkan secara aman menggunakan sistem tambat, menciptakan pemandangan menarik sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat.

Panitia Babak Penyisihan Pekalongan Selatan, Fajar Dewa, mengatakan bahwa festival tahun ini diikuti sebanyak 80 peserta yang dibagi dalam empat grup di empat kecamatan, yakni wilayah timur, barat, utara, dan selatan.

Baca juga: Bocah 12 Tahun di Semarang Pesan 1 KG Bahan Peledak di TikTok Shop

Baca juga: Kronologi Bocah SMP Jadi Korban Ledakan Petasan di Pekalongan, Bermula Cari Burung

"Setiap kecamatan diikuti sekitar 20 peserta. Nantinya akan dipilih 10 peserta terbaik dari masing-masing wilayah untuk melaju ke babak final," ujarnya.

Babak final, dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret 2026 di Stadion Hoegeng. Para peserta akan dinilai berdasarkan dua aspek utama, yakni artistik balon dengan bobot 70 persen serta performa tim sebesar 30 persen.

"Aspek artistik meliputi bentuk, kerumitan, motif, dan warna balon. Sedangkan performa mencakup kebersihan, ramah lingkungan, serta kekompakan tim," jelasnya.

Festival yang mengusung tema 'Jaga Tradisi, Jaga Langit, dan Jaga Kota' ini menjadi upaya melestarikan tradisi menerbangkan balon udara saat Syawalan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan. Seluruh balon, wajib ditambatkan agar tidak mengganggu lalu lintas udara maupun lingkungan sekitar.

Dari pantauan di lokasi, berbagai bentuk balon tampil mencuri perhatian. Selain karakter Tayo dan Dragon Ball, terdapat pula balon berbentuk hewan seperti semut dan lebah dengan warna mencolok yang menarik minat pengunjung, khususnya anak-anak.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Ribuan warga memadati area lapangan, tidak hanya untuk menyaksikan balon terbang, tetapi juga mengabadikan momen bersama keluarga.

Salah satu pengunjung dari Buaran, Irma, mengaku sengaja datang lebih awal agar bisa menikmati suasana tanpa harus menunggu babak final.

"Kalau menunggu final masih lama, jadi lebih baik ke sini. Anak saya juga senang bisa melihat balon dari dekat," katanya.

Ia menilai, meskipun suasana penyisihan tidak seramai saat final, namun tetap memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat. Selain itu, lokasi yang mudah dijangkau menjadi nilai tambah bagi pengunjung dari wilayah sekitar.

Irma menambahkan, dirinya rutin menyaksikan festival balon udara setiap tahun sebagai bagian dari tradisi keluarga saat Syawalan. Namun, baru kali ini ia menyaksikan langsung babak penyisihan.

"Memang belum ada yang benar-benar spektakuler, tapi tetap menarik dan menghibur anak-anak di hari lebaran," pungkasnya. (Dro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.