Trump Mundur dari Ultimatum, Iran Siapkan Kejutan Serangan Mematikan, Diklaim Akan Guncang AS-Israel
Budi Sam Law Malau March 24, 2026 03:17 AM

WARTAKOTALIVE.COM -- Setelah sempat melontarkan ultimatum dan ancaman bom terhadap infrastruktur energi Iran, Presiden AS Donald Trump kini memilih menunda serangan selama lima hari sejak Senin (23/3/2026).

Namun, langkah ini justru dibaca oleh Teheran bukan sebagai niat damai, melainkan sebagai bentuk 'mundurnya musuh' akibat kebuntuan militer dan tekanan pasar finansial global.

Baca juga: Trump Klaim Sepakati 15 Poin Besar dengan Pejabat Teras Iran, Meski Bukan dengan Mojtaba Khamenei

Sementara, menurut media itu Trump sibuk dengan ponselnya di media sosial, Teheran justru mengklaim telah menyiapkan strategi yang jauh lebih mematikan.

"Trump sedang menyaksikan kegagalan semua opsi militernya dan kini berpikir untuk mencari jalan keluar dari jalan buntu," ujar sumber militer Iran tersebut pada Senin (23/3/2026), seperti dilansir Tasnim News.

Ia menambahkan bahwa langkah Trump menggeser narasi perang ke jaringan sosial adalah bukti kelemahan amunisi ofensif maupun defensif Amerika Serikat.

Penundaan serangan selama lima hari yang diumumkan Trump di Truth Social dianggap oleh Iran sebagai upaya untuk menyelamatkan muka di tengah anjloknya kepercayaan pasar finansial Barat.

Teheran menegaskan bahwa tidak ada harapan bagi kemenangan militer AS untuk membuka kembali Selat Hormuz melalui kekerasan.

Kejutan Militer Iran: Fokuslah pada Langit dan Harga Minyak

Di balik retorika diplomasi, Iran memberikan peringatan keras bahwa mereka telah menyiapkan kejutan baru dalam beberapa hari mendatang.

Kejutan ini diklaim serangan mematikan dan krusial yang akan membuat hasil akhir peperangan menjadi lebih nyata bagi pihak agresor.

"Trump harus melepaskan kepalanya dari ponsel dan media sosial untuk sementara waktu. Mulai sekarang, matanya hanya boleh fokus pada langit, pasar saham, dan harga minyak," tegas sumber tersebut.

Baca juga: Kiamat Energi Kembali Bayangi Dunia: Iran Bantah Dialog Damai Trump, Israel Gempur Jantung Teheran

Pernyataan ini memberikan sinyal kuat bahwa Iran mungkin akan menargetkan aset-aset strategis yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global jika ketegangan terus berlanjut.

Mundurnya musuh dari garis depan, menurut Teheran, adalah hasil dari keberanian rakyat di jalanan dan serangan lapangan yang terus berlanjut.

Dunia kini menanti apakah "kejutan" yang dijanjikan Iran akan benar-benar mengubah peta kekuatan di Timur Tengah atau justru memicu eskalasi yang lebih besar.

Gelombang ke-77 'Janji Setia': Balasan Tanpa Henti

Di tengah klaim gencatan senjata sepihak oleh Gedung Putih, IRGC justru mengumumkan keberhasilan Operasi Sadiq Promise 4 gelombang ke-77 dengan kode suci "Yahider Karrar".

Menggunakan sistem rudal berat Khyber-Shaker, Zulfiqar, dan drone penghancur, Iran menghantam pangkalan militer AS di Ali Salem, Al-Kharj, dan Al-Dhafra.

"Trump sadar bahwa amunisi ofensif dan defensifnya dalam kondisi buruk. Ia tidak punya harapan untuk menang secara militer atau membuka Selat Hormuz dengan kekerasan," tegas sumber militer tersebut.

Mundurnya Trump dari ultimatum 48 jam yang sebelumnya ia tetapkan dianggap sebagai bukti bahwa ancaman terhadap pasar obligasi dan stabilitas energi Barat telah membuahkan hasil bagi posisi tawar Iran.

Diplomasi di Tengah Hujan Rudal: Harapan pada Rusia dan China

Di jalur diplomatik, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mendesak Rusia dan China untuk memblokir manuver AS di Dewan Keamanan PBB.

Araqchi menegaskan bahwa ketidakamanan di Selat Hormuz adalah dampak langsung dari agresi ilegal AS-Israel sejak 28 Februari lalu.

Teheran juga mengeluarkan peringatan keras: dalam beberapa hari mendatang, Iran telah menyiapkan "kejutan baru" di medan tempur yang diklaim akan mengubah peta kekuatan secara dramatis.

Dunia kini diminta untuk tidak hanya memantau cuitan Trump, tetapi juga memperhatikan pergerakan bursa saham dan lonjakan harga minyak yang kian tak terkendali.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.