Militer Israel menyampaikan dua rudal balistik Iran menghantam wilayah Israel Selatan hingga melukai puluhan orang. Kedua rudal tersebut lolos dari sistem pertahanan udara David's Sling milik Israel.
Dilansir AFP, Selasa (24/3/2026), Kota Dimona dan Arad dihantam pada Sabtu (21/3) malam waktu setempat, dengan kota Dimona diyakini secara luas menyimpan persenjataan nuklir Israel yang tidak diumumkan.
"Sebagian besar korban terluka akibat pecahan peluru atau saat bergegas ke tempat perlindungan," kata petugas pertolongan pertama Israel.
Beberapa bangunan juga rusak akibat serangan tersebut. Harian dan situs web keuangan Israel, Calcalist, pertama kali melaporkan bahwa David's Sling, komponen kunci dari perisai pertahanan udara berlapis Israel, yang gagal mencegat rudal balistik Iran yang datang.
Dihubungi oleh AFP, militer Israel mengkonfirmasi bahwa David's Sling, yang dinamai menurut tokoh Alkitab yang membunuh Goliath, mengalami kerusakan. Beroperasi sejak April 2017, sistem pertahanan udara ini awalnya dirancang untuk melawan roket berat dan rudal jelajah.
Rudal balistik jarak jauh seperti yang ditembakkan Iran biasanya ditangani oleh sistem Arrow, yang mencegat target di luar atmosfer, sementara ancaman jarak pendek ditangani oleh Iron Dome dan sistem laser Iron Beam yang baru dikerahkan.







