Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Arus balik Lebaran di Kota Cirebon kini tak hanya sekadar dipantau dari jalanan.
Lewat 20 titik kamera pengawas, pergerakan kendaraan dipantau secara real-time layaknya 'mata elang' yang tak pernah berkedip.
Pantauan itu menjadi kunci di tengah lonjakan volume kendaraan yang mulai terasa sejak siang hari, Senin (23/3/2026).
Meski padat, arus lalu lintas di sejumlah titik strategis Kota Cirebon tetap terjaga lancar.
Baca juga: Berawal Dari Mesin Perahu Mati di Tengah Muara, Warga Losari Cirebon Hilang Tenggelam
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan peningkatan arus balik yang masih dalam kendali.
“Ini menunjukkan arus balik di Kota Cirebon mulai meningkat secara bertahap, namun masih dalam kondisi terkendali dan lancar,” ujar Edo, saat meninjau Posko Mudik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon.
Data di lapangan mencatat lonjakan signifikan terjadi pada pukul 13.00 hingga 14.00 WIB.
Sebanyak 2.720 kendaraan roda dua, 618 kendaraan roda empat pribadi dan 58 angkutan umum kecil melintas.
Angka itu kembali meningkat pada pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, dengan 2.835 sepeda motor, 665 mobil pribadi dan 25 angkutan umum kecil.
Meski terjadi peningkatan, Edo memastikan seluruh jajaran telah siaga untuk mengantisipasi puncak arus balik.
“Seluruh personel sudah disiagakan untuk memastikan arus lalu lintas tetap aman tanpa menimbulkan kemacetan,” ucapnya.
Menariknya, hingga saat ini tidak ada penutupan jalur putar balik (u-turn).
Kebijakan tersebut justru dinilai membantu menjaga kelancaran arus kendaraan.
“Tidak adanya penutupan jalan dan adanya libur panjang sangat membantu mengurai kepadatan kendaraan,” jelas dia.
Baca juga: Duka di Libur Lebaran, Wisatawan Asal Bogor Meninggal Terseret Ombak di Pantai Karang Tawulan Tasik
Ia juga menilai arus balik tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemantauan pun akan terus dilakukan, terutama menjelang puncak arus balik pada malam hari hingga esok pagi.
Di balik kelancaran tersebut, teknologi menjadi tulang punggung pengawasan.
Kepala Dishub Kota Cirebon, Andi Armawan mengungkapkan, pihaknya mengandalkan sistem CCTV yang tersebar di berbagai titik.
“Saat ini terdapat sekitar 20 titik CCTV aktif yang memantau pergerakan kendaraan secara real-time,” kata Andi.
Menurut Andi, kehadiran CCTV sangat membantu dalam membaca situasi lalu lintas secara cepat dan akurat.
“Seluruh CCTV membantu kami memantau arus mudik dan balik di Kota Cirebon,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemantauan visual ini terbukti efektif, terutama saat puncak arus mudik sebelumnya ketika kendaraan sempat tersendat memasuki wilayah kota.
Selain teknologi, koordinasi lintas instansi juga berperan penting.
Dishub mengapresiasi langkah kepolisian, khususnya Polres Cirebon Kota, yang tetap membuka jalur u-turn namun mampu menjaga arus tetap lancar.
Faktor kedisiplinan pengendara juga menjadi penentu.
Dari pantauan di lapangan, pemudik dinilai cukup tertib mengikuti rambu lalu lintas.
“Pengendara cukup tertib, berhenti saat lampu merah dan berjalan saat lampu hijau,” ucap Andi.
Untuk mendukung kelancaran, Dishub juga melakukan rekayasa lalu lintas dengan menyesuaikan durasi lampu merah.
“Durasi lampu lalu lintas kami ubah dari 60 detik menjadi 90 detik agar kendaraan dari berbagai arah bisa bergantian melintas tanpa terjadi penumpukan,” jelas dia.
Dengan kombinasi teknologi CCTV, rekayasa lalu lintas dan kedisiplinan pengguna jalan, arus balik Lebaran di Kota Cirebon hingga kini tetap berjalan aman, lancar dan terkendali, meski volume kendaraan terus meningkat.