Nasi Boran Lamongan Jadi Favorit Wisata Kuliner Pemudik, Pembeli Membludak di Hari Kedua Lebaran
Januar March 24, 2026 08:14 AM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Ramainya pembeli terjadi pada pedagang nasi boran di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada momen hari kedua Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Tingginya permintaan membuat para pedagang kewalahan hingga harus antre panjang.

Salah satu pedagang nasi boran di kawasan kota Lamongan, Khamah mengaku, jumlah pembeli meningkat drastis dibanding hari biasa. 

Kondisi tersebut memaksanya bersama dan penjual nasi boran yang ada di Jalan KH Ahmad Dahla, Jalan Panglima Sudirman dan di tempat lain  meningkatkan kapasitas produksi agar tetap bisa memenuhi permintaan.

“Kalau kalau hari- hari biasa tidak seramai Idul Fitri, ” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Untuk mengimbangi lonjakan permintaan, jumlah produksi nasi boran pun ditambah, mulai dari nasi, lauk hingga bumbu khas yang menjadi ciri utama kuliner Lamongan  legendaris tersebut. 

Baca juga: Boran Agung Digelar Tiap Tahun, Nasi Boran Lamongan Warisan Budaya Takbenda Nusantara Jadi Ikon

Proses memasak dilakukan  lebih awal, tepatnya sejak dini hari agar stok tetap tersedia sepanjang hari.

Meski permintaan meningkat tajam dan harga bahan baku mengalami kenaikan, karena masih banyak pedagang di pasar yang belum membuka lapaknya, para  penjual nasi boran tetap mempertahankan harga jual. 

Seporsi nasi boran dijual dengan kisaran harga yang masih terjangkau, sehingga tetap diminati masyarakat. Tergantung lauk dan jumlahnya.

Nasi boran sendiri dikenal sebagai kuliner khas Lamongan yang memiliki cita rasa unik dengan perpaduan nasi, bumbu boran, serta aneka lauk seperti ikan sili, telur, dan jeroan. 

Keunikan rasa inilah yang membuatnya selalu diburu, terutama saat momen Lebaran. Dan itu bisa didapatkan hampir di seluruh sudut kota Lamongan, seperti pertigaan Jalan Basuki Rahmat, pertigaan Pasar Sidoarjo, Jalan Kusuma Bangsa depan RSUD dr Soegiri, Jalan Sunan Drajat, Made dan sejumlah ruas jalan lainnya, termasuk di pertigaan Sumlaran.

Antusiasme pembeli terlihat dari panjangnya antrean yang mengular di lapak-lapak pedagang. Sejumlah pembeli bahkan rela menunggu cukup lama demi menikmati hidangan tradisional tersebut.

“Saya rela antre lama, karena memang pembelinya cukup banyak, " kata Papang, seorang pembeli.

Nasi boran ini rasanya khas dan tidak mudah ditemukan di tempat lain, di luar Lamongan.

Tak hanya warga lokal, mayoritas pembeli merupakan para perantau asal Lamongan yang pulang kampung saat Lebaran. 

Dan nasi boran menjadi salah satu kuliner yang wajib disantap untuk mengobati rindu kampung halaman.

“Aromanya saja sudah bikin ingat masa kecil. Ini seperti membawa kembali kenangan bersama keluarga dulu,” ujar pembeli lainnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.