Rakor di Long Nawang Besok, Ini yang Akan Dibahas di Perbatasan RI-Malaysia
Amiruddin March 24, 2026 09:14 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ) bersama Pemerintah Kabupaten Malinau, akan menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas negara dengan perwakilan Malaysia ( Sarawak ), di wilayah perbatasan RI-Malaysia tepatnya di Long Nawang, pada 25 Maret 2026 besok.

Diketahui, Long Nawang adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara

Wilayah Long Nawang salah satu perbatasan RI-Malaysia di Malinau.

Rakor di perbatasan RI-Malaysia ini dinilai bukan sekadar pertemuan formal antar pemerintah, tetapi juga momentum strategis memperkuat peran masyarakat adat dalam menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan kawasan perbatasan.

Kepala Adat Besar Apau Kayan, Ibau Ala, mengatakan kegiatan tersebut akan mempertemukan berbagai unsur penting, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, hingga perwakilan parlemen dan kementerian dari Malaysia.

“Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk mempererat hubungan bilateral, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki kedekatan sosial dan budaya,” ujar Ibau Ala, Senin (23/3/2026) kemarin.

 

Kunjungan Forkopimda Kaltara di Long Nawang pada 2025 lalu
PERKUAT PERAN : Ilustrasi salah satu agenda kunjungan Forkopimda Kaltara di Long Nawang pada 2025 lalu. Pemprov Kalimantan Utara dan Pemkab Malinau akan menggelar rapat koordinasi lintas negara dengan Malaysia di Long Nawang, ini agendanya. (TribunKaltara.com / Desi Kartika)

 

Baca juga: Situs Makam Raja Lencau Ingan di Malinau Kaltara: Jejak Historis dan Kekayaan Seni Apau Kayan

 

Dari pihak Indonesia, sejumlah pejabat dijadwalkan hadir, di antaranya Wakil Gubernur Kaltara,  Ingkong Ala, dan Bupati Malinau, Wempi W Mawa.

Selain itu, turut hadir Lembaga Adat Besar Apau Kayan bersama masyarakat adat setempat.

Sementara dari Malaysia, rombongan akan dipimpin Ahli Parlemen yang juga Wakil Menteri Digital Malaysia, Datuk Wilson Uga Anak Kumbong.

Turut hadir pula perwakilan Lab Pacuan Empat Roda L4xN4 Bahagian Ketujuh Kapit, Petrus Tomas Disos, bersama delegasi lainnya.

Menurut Ibau, rakor ini memiliki arti penting dalam memperkuat kerja sama lintas batas, terutama dalam aspek sosial budaya, ekonomi, hingga pengelolaan kawasan perbatasan yang melibatkan masyarakat adat di kedua negara.

“Kami menyambut baik kegiatan ini di wilayah adat Long Nawang.

Ini peluang besar untuk memperkuat peran masyarakat adat dalam menjaga kawasan perbatasan tetap kondusif,” jelas Ibau Ala.

Tak hanya fokus pada pembahasan formal, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara komunitas perbatasan Indonesia – Malaysia yang selama ini memiliki hubungan kekerabatan yang erat.

Masyarakat perbatasan pun menaruh harapan besar terhadap hasil pertemuan tersebut, khususnya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah terpencil seperti Apau Kayan.

“Harapannya, ada kesepahaman bersama yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perbatasan,” pungkas Ibau Ala.

(*)

Penulis : Desi Kartika

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.