Penumpang Sakit Naik Kapal Wajib Didampingi, Ini Penjelasan Kepala Cabang Pelni Nunukan
Amiruddin March 24, 2026 10:14 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kabar penting bagi masyarakat yang hendak bepergian menggunakan kapal laut, khususnya pasien rujukan. 

PT Pelni Cabang Nunukan menegaskan aturan tegas, penumpang dalam kondisi sakit tidak boleh berangkat sendirian.

Kepala Cabang Pelni Nunukan, Sudjito, mengungkapkan bahwa setiap pasien wajib didampingi, baik oleh tenaga medis maupun keluarga. 

Aturan ini bukan tanpa alasan.

“Kalau sakitnya tidak parah masih diizinkan berangkat, tapi harus ada pendamping dari rumah sakit.

Karena yang paling tahu kondisi pasien adalah pihak medis,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Selasa (24/3/2026).

 

Baca juga: Jadwal Pelni Terbaru April 2026 Makassar-Nunukan, Sedia Tiket KM Lambelu

 

Ia menegaskan, Pelni hanya dapat memberikan bantuan terbatas selama pelayaran. 

Sementara kondisi di atas kapal yang dipenuhi banyak penumpang juga menjadi pertimbangan utama.

Lantas, bagaimana jika kondisi pasien tiba-tiba memburuk di tengah laut.

Sudjito menjelaskan, jika masih bisa ditangani, tenaga medis di kapal akan memberikan pertolongan. 

Namun jika tidak memungkinkan, pasien akan segera diturunkan di pelabuhan terdekat untuk dirujuk ke rumah sakit.

Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah antisipasi agar tidak terjadi kondisi darurat yang bisa mengganggu keselamatan pelayaran.

“Kalau ada penumpang sakit tanpa pendamping, itu bisa berisiko, bukan hanya bagi pasien, tapi juga bagi operasional kapal,” tegasnya.

Aturan ini pun menjadi perhatian serius bagi calon penumpang, terutama yang hendak melakukan perjalanan jauh menggunakan kapal Pelni. Jangan sampai abai, karena dampaknya bisa fatal.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.