Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Diserbu pemudik saat arus mudik Lebaran, sebuah toko oleh-oleh di jalur Pantura Kabupaten Cirebon kebanjiran pembeli.
Kerupuk melarat hingga kerupuk kulit menjadi 'raja' yang paling diburu, bahkan laris manis hingga memenuhi bagasi kendaraan para pemudik.
Dari pantauan di lokasi, tepatnya di kawasan Tengah Tani, Kecamatan Kedawung, suasana toko tampak begitu ramai.
Deretan kerupuk dalam kemasan plastik besar tergantung di bagian depan toko, mencolok perhatian para pengendara yang melintas di jalur Pantura arah Jakarta.
Baca juga: Polda Jabar Klaim Arus Mudik Lebaran Tahun Ini Berjalan Efektif dan Sukses, Berikut Data-datanya
Pantauan memperlihatkan detail kerupuk berwarna-warni, mulai dari putih, kuning hingga merah muda yang tersusun rapi dan padat, membentuk lorong penuh jajanan khas Cirebon.
Tak sedikit pemudik yang berhenti, sekadar melihat-lihat hingga akhirnya membeli dalam jumlah besar.
Memasuki area dalam toko, suasana semakin sibuk.
Sejumlah ibu-ibu terlihat memilih produk, menimbang belanjaan, hingga mencicipi tester kerupuk sambil berbincang soal rasa.
Aktivitas jual beli berlangsung cepat, seolah tanpa jeda.
Di sisi lain, transaksi juga terjadi di depan toko.
Seorang kurir berjaket biru dan helm putih tampak mengambil pesanan, sementara seorang pria membantu memakaikan helm kepada anak kecil sebelum melanjutkan perjalanan.
Pemandangan menarik lainnya terlihat saat kerupuk yang telah dikemas dimasukkan ke dalam bagasi mobil.
Tumpukan plastik berisi kerupuk memenuhi ruang belakang kendaraan, menandakan tingginya minat pembeli terhadap oleh-oleh khas tersebut.
Baca juga: Tol Japek II Selatan Dibuka Gratis Saat Masa Mudik, Bisa Akses Pukul 09.00-17.00 WIB
Seorang pemudik asal Tegal menuju Jakarta, Ramadan Eko Saputra (28), mengaku sengaja berhenti setelah melihat ramainya toko tersebut.
“Sekarang saya sedang berada di salah satu pusat oleh-oleh khas Cirebon, tepatnya di Toko Ibu Hj. Lili, daerah Tengah Tani. Pilihannya sangat banyak, mulai dari kerupuk kulit (rambak), kerupuk melarat, hingga aneka kue khas Cirebon lainnya,” ujar Ramadan, Senin (23/3/2026).
Ia menyebut, beberapa produk bahkan menjadi favorit para pembeli karena cita rasanya yang khas.
“Salah satunya ada kerupuk mares Fikri yang rasanya manis dan gurih. Selain itu, ada juga kerupuk jengkol super yang jadi favorit banyak orang di sini,” ucapnya.
Ramadan pun menyarankan para pemudik untuk tidak melewatkan kesempatan berburu oleh-oleh di lokasi tersebut.
“Bagi kalian yang sedang jalan-jalan atau melewati daerah Cirebon, jangan lupa mampir ke sini untuk membeli buah tangan. Harganya terjangkau dan rasanya dijamin autentik,” jelas dia.
Sementara itu, penjual oleh-oleh, Karlina mengungkapkan, lonjakan pembeli sudah terjadi sejak awal musim mudik.
“Kerupuk kulit, terutama sama kerupuk melarat. Terasi juga nggak ketinggalan,” kata Karlina.
Menurutnya, sebagian besar pembeli membeli dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada keluarga hingga tetangga di kampung halaman.
“Biasanya buat oleh-oleh ke tetangga di rumah,” ujarnya.
Dari sisi penjualan, Karlina menyebut omzet mengalami peningkatan signifikan dibanding hari biasa.
“Omzet per hari bisa sampai Rp 5 sampai Rp 6 juta. Itu meningkat sekitar 50 persen dari hari biasanya,” ucap Karlina.
Ia memperkirakan jumlah pembeli akan terus bertambah seiring puncak arus mudik yang belum mencapai puncaknya.
“Kelihatannya semakin meningkat sih,” jelas dia.
Ramainya toko oleh-oleh di jalur Pantura ini menjadi gambaran bagaimana tradisi membawa buah tangan tetap melekat di kalangan pemudik, sekaligus menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha lokal di Cirebon.