TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Manokwari masih terasa hingga hari keempat setelah pelaksanaan salat Ied.
Umat Muslim di Manokwari masih terus merayakan Lebaran melalui tradisi silaturahmi yang berlangsung hingga hari ketujuh atau dikenal dengan sebutan “Lebaran Ketupat”.
Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Bimas Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat, Aljusman Temongmere, mengatakan tradisi Lebaran Ketupat terus dilestarikan turun-temurun oleh umat Muslim.
Menurutnya, selama tujuh hari setelah Idulfitri, masyarakat masih merasakan suasana Lebaran dengan saling berkunjung ke rumah keluarga maupun kerabat, sekaligus mendoakan arwah leluhur.
“Ini sudah menjadi tradisi yang dilaksanakan oleh orang tua-tua kita sejak dahulu. Karena itu, kita tetap menjaga dan melestarikannya sebagai bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan,” ujarnya kepada wartawan TribunPapuaBarat.com, Selasa (24/3/2026).
Baca juga: Mengenal Tradisi Polele, Warisan Budaya yang Memupuk Kerukunan di Fakfak Papua Barat
Aljusman menjelaskan, rentang waktu perayaan hingga tujuh hari juga memberi kesempatan bagi masyarakat yang belum sempat bersilaturahmi pada hari pertama Lebaran.
Aktivitas dan kesibukan pada hari-hari awal Idulfitri kerap membuat sebagian warga baru dapat berkunjung pada hari berikutnya.
Selain itu, kondisi geografis Papua Barat serta luasnya hubungan kekerabatan masyarakat, khususnya di Manokwari, menjadi faktor kuat tradisi tersebut tetap dipertahankan.
Banyak keluarga memiliki kerabat di wilayah yang cukup berjauhan sehingga membutuhkan waktu lebih panjang untuk melakukan kunjungan silaturahmi.
“Momentum ini bukan hanya soal perayaan, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat,” kata Aljusman Temongmere.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan salat Idulfitri 2026 yang berlangsung aman dan khidmat.
Cuaca cerah dinilai sangat mendukung umat Muslim dalam menjalankan ibadah tanpa hambatan.
Baca juga: PHBI Gelar Silaturahmi Akbar, Muslim Kaimana Hadrat Keliling Kota
“Alhamdulillah, pelaksanaan salat Ied berjalan lancar tanpa gangguan cuaca seperti hujan atau angin kencang. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat,” ujar Aljusman Temongmere.
Ia mengapresiasi tingginya toleransi antarumat beragama di Kabupaten Manokwari.
Ia menilai dukungan umat Kristiani dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Idulfitri 1447 Hijriah menjadi bukti nyata kuatnya kerukunan di Manokwari.
Semangat kebersamaan terlihat dari masyarakat yang saling mengunjungi dan mengucapkan selamat hari raya tanpa memandang perbedaan agama atau latar belakang.
“Harapan kita ke depan, kebersamaan, toleransi, dan kerukunan seperti ini akan terus terjaga dan menjadi kekuatan bagi masyarakat Manokwari,” katanya.