SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pembacokan menimpa remaja berinisial MHI (20) saat berboncengan motor dengan saudaranya berinisial YD (22) di Jalan Dupak, Bubutan, Surabaya, pada malam takbiran Idulfitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Akibat pembacokan tersebut, Korban MHI mengalami luka sobek pada punggung sisi kiri sekitar 10 sentimeter akibat senjata tajam, diduga celurit.
Sedangkan, korban YD mengalami luka memar pada kepala, akibat dihantam benda tumpul sejenis kayu.
Cerita pengalaman korban pembacokan tersebut disampaikan oleh kakak kandung korban, Siti.
Bahwa, kedua adiknya baru saja berkunjung ke rumah kerabat di kawasan Surabaya timur.
Korban MHI dan YD berboncengan satu motor. Sedangkan satu orang adiknya yang ketiga, mengendarai motor sendirian.
Mereka bermaksud pulang ke rumah di kawasan Jalan Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya, pada dini hari itu.
Namun, setibanya di ruas Jalan Dupak, dua adiknya, MHI dan YD, diadang oleh gerombolan remaja berkonvoi motor.
Jumlahnya diduga enam orang mengendarai dua motor.
Tanpa sebab yang jelas, gerombolan tersebut langsung mengadang motor yang dikendarai adiknya.
Lalu, sekonyong-konyong menghajar, memukul dan membacok para korban hingga terluka.
Saat kedua adiknya berteriak-teriak meminta pertolongan warga dan pengendara di sekitar ruas jalan tersebut, para gerombolan tersebut lari tunggang langgang meninggalkan korban terkapar.
"Ditendang motornya terus adek saya (MHI) dibacok punggung sebelah kiri."
"Adek saya satunya (YD) dipukul kayu bagian kepala, dihajar bagian perut."
"Akhirnya adek saya satunya teriak minta pertolongan dan akhirnya pelaku lari," ujarnya saat dihubungi SURYAMALANG.COM, Selasa (24/3/2026).
Siti menambahkan, tak cuma kabur seusai melukai para korban, gerombolan tersebut juga sempat membawa kabur ponsel milik adiknya.
Ponsel tersebut bermerek Tecno Pova 5, dengan nilai kerugian kisaran tiga juta rupiah.
Mengenai ciri para pelaku, adiknya juga tidak ada yang hafal mengenai ciri motor atau penampilan dari para pelaku yang melakukan pembacokan dan penyerangan tersebut.
Kendati demikian, Siti mengungkapkan, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke markas Kepolisian setempat.
Dan ia berharap banyak pihak Kepolisian bisa segera menangkap para pelakunya.
Baca juga: Viral Gangster Bersenjata Celurit Bikin Onar di Kampung Kupang Krajan Surabaya
"Ciri pelaku gak jelas karena emang tiba-tiba (diserang) 6 orang 2 motor."
"Karena kejadiannya spontan dan cepat jadi tidak jelas. Sudah langsung lapor di malam kejadian," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Bubutan Polrestabes Surabaya Kompol Sandi Putra mengatakan, personelnya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan.
Kini, kasus tersebut masih terus diselidi.
Sejak kasus tersebut dilaporkan, personelnya terus berupaya memeriksa para saksi dan mencari petunjuk dari CCTV.
"Pelaku berjumlah 6 orang, mengendarai 2 sepeda motor Vario dan Mio Soul. Pelat nomor belum diketahui," ujar mantan Kapolsek Lakarsantri itu.