Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM,SIGLI - Jumlah kendaraan terjadi lonjakan pada perayaan Idul Fitri 1447 H, sekaligus memicu kumpulan debu pekat di jalur utama Meureudu, Pidie Jaya, Senin (23/3/2026).
Sehingga Kodim 0102/Pidie bergerak cepat, guna mengerahkan armada pemadam kebakaran TNI AD untuk melakukan penyiraman secara intensif.
Langkah sigap itu dilakukan, untuk menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang selama ini terganggu debu, terutama di tengah padatnya aktivitas warga di momen Idul Fitri dan cuaca panas.
"Tindakan diambil Kodim 0102/Pidie sebagai bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kenyamanan, keselamatan,dan kesehatan masyarakat menyambut Idul Fitri," kata Dandim 0102 Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi SSos, kepada Serambinews.com, Selasa (24/3/2026)
Baca juga: Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok Jelang Idul Fitri, Kodim Pidie Gelar Bazar Ramadhan
Ia menyebutkan, lonjakan aktivitas warga saat lebaran mengakibatkan debu jalan meningkat, sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat yang melintas.
Juga sangat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
" TNI hadir untuk mengatasi itu secara langsung melalui penyiraman air di jalan,” ujarnya.
Dikatakan, TNI tidak hanya berperan dalam aspek keamanan, tapi dituntut responsif terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat menjalani Idul Fitri dengan nyaman, tanpa terganggu debu. Ini bagian dari komitmen TNI membantu kesulitan rakyat,” ungkapnya.
Baca juga: DLHK Aceh Bersama Kodim Pidie Hijaukan DAS di Pijay dengan Tanam 1.000 Pohon
Kata Dandim Pidie, dampak debu di lapangan langsung dirasakan warga. Sejumlah pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang jalur lintas, ternyata menjadi pihak yang paling merasakan perubahan signifikan.
Rinaldi (43) seorang pedagang di Meureudue, mengungkapkan, sebelum adanya penyiraman air, debu menjadi ancaman serius bagi aktivitas pedagang.
“Kalau jumlah kendaraan banyak, maka debu sangat tebal, apalagi saat cuaca panas.
Itu bukan cuma mengganggu, tapi juga bikin batuk. Sekarang jauh lebih nyaman sejak adanya penyiraman,” ujarnya.
“Kami sangat terbantu. Ini bukti TNI benar-benar peduli dengan kondisi masyarakat kecil,” pungkasnya. (*)
Baca juga: Kodim Pidie Bangun Sumur Bor di Teupin Rahu, Pemulihan Terus Dilakukan Pascabanjir Pijay