Pengamat Bicara Masa 'Bulan Madu' Prabowo Belum Habis, Partai Koalisi Tak Berani Sebut Nama Lain
Jaisy Rahman Tohir March 24, 2026 05:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Fenomena sejumlah partai politik yang mulai menyatakan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 dinilai masih dalam tahap yang sangat dini.

Pengamat politik Yunarto Wijaya menyebut kondisi tersebut tidak lepas dari fase awal pemerintahan yang masih berada dalam masa “bulan madu”.

“Fenomenanya masih bulan madu,” ujar Yunarto dalam podcast Gercep (Gerak Cerita Politik) di Youtube @HarianKompasCetak, tayang perdana pada Selasa (24/3/2026).

Menurut dia, dalam fase ini, partai-partai yang tergabung dalam koalisi cenderung masih menunjukkan dukungan penuh kepada pemerintah, termasuk dalam hal wacana pencalonan kembali presiden.

Yunarto menilai belum ada keberanian dari partai koalisi untuk menyebut nama lain sebagai alternatif calon, selama pemerintahan masih berjalan di periode awal.

“Tidak akan ada yang berani untuk berbicara nama lain, kecuali memang partai itu tidak berasal dari koalisi,” kata dia.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh posisi Presiden yang masih memiliki peluang untuk kembali maju pada periode berikutnya.

Situasi ini, menurut Yunarto, membuat partai-partai memilih untuk tetap berada dalam orbit kekuasaan.

Ia bahkan membandingkan fenomena ini dengan masa awal pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kala itu, kata Yunarto, partai-partai juga menunjukkan loyalitas tinggi di awal masa jabatan.

“Kalau kita bicara dulu SBY misalnya, di tahun pertama semua partai berlomba untuk mendukung,” ujarnya.

Yunarto menyebut kondisi tersebut sebagai hal yang lumrah dalam politik, terutama ketika masa kekuasaan seorang presiden masih panjang.

Ia juga menyinggung istilah “lame duck” yang biasanya baru muncul saat seorang presiden memasuki periode kedua dan tidak bisa lagi mencalonkan diri.

“Fenomena itu baru muncul di periode kedua, ketika orang sadar masa kekuasaan akan berakhir,” jelasnya.

Dalam situasi saat ini, ia menilai dinamika politik masih sangat cair dan belum bisa dijadikan sebagai indikator final untuk kontestasi Pilpres 2029.

Menurut Yunarto, keputusan partai politik pada akhirnya akan sangat bergantung pada elektabilitas dan tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo.

“Pada akhirnya partai tetap ingin berkuasa kembali,” kata dia.

Ia menambahkan, arah dukungan politik biasanya baru akan terlihat lebih jelas mendekati tahun-tahun akhir menjelang pemilu.

“Paling tidak bisa diuji satu setengah tahun sebelum Pemilu 2029,” ujar Yunarto.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.