Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Ribuan Keluarga Napi Kunjungi Lapas Tarakan, Petugas Tetap Siaga
Junisah March 24, 2026 06:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Momen lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk melepas rindu dengan keluarga yang tengah menjalani masa pembinaan di Lapas Tarakan.

Hingga hari ketiga lebaran, Senin (23/3/2026) kemarin, layanan kunjungan di Lapas Tarakan masih dibuka dan terus dipadati pengunjung. Suasana haru dan hangat terasa di ruang kunjungan serbaguna, saat keluarga dan warga binaan akhirnya bisa bertatap muka langsung.

Tingginya animo masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai ribuan orang dalam dua hari pertama. 

Dijakatakan Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, pada hari pertama Idul Fitri, tercatat sebanyak 1.130 orang datang berkunjung.

Baca juga: 5 Orang di Lapas Tarakan Langsung Bebas pada Momen Idul Fitri 2026

"Hari pertama lebaran lebih banyak. Hari kedua lebaran  1.083 pengunjung," kata Jupri.

Momen lebaran memang selalu menjadi waktu paling dinantikan oleh warga binaan maupun keluarga mereka.

“Momentum lebaran ini menjadi sangat berarti, karena di sinilah para warga binaan bisa bertemu langsung dengan keluarga. Ini menjadi bagian penting dari proses pembinaan, terutama dari sisi psikologis dan emosional,” ujarnya.

Menurutnya, layanan kunjungan yang tetap dibuka hingga hari ketiga merupakan bentuk komitmen Lapas dalam memberikan pelayanan publik yang humanis, meskipun di tengah suasana libur panjang.

Tak hanya itu, seluruh petugas juga tetap disiagakan penuh selama periode lebaran, tanpa cuti, guna memastikan pelayanan berjalan lancar serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas Tarakan.

Baca juga: 857 Napi Lapas Kelas IIB Nunukan Dapat Remisi Idul Fitri 2026, Satu Orang Langsung Bebas

“Semua petugas kami siagakan, mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Ini sebagai bentuk dedikasi kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menegaskan seluruh layanan kunjungan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku, serta dipastikan bebas dari pungutan liar.

Dengan tetap dibukanya layanan kunjungan ini, Lapas Tarakan tidak hanya menghadirkan pelayanan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi warga binaan yakni kesempatan untuk merasakan hangatnya kebersamaan di Hari Raya, meski dari balik jeruji.

Lebih lanjut Jupri menambahkan untuk kunjungan bagi keluarga warga binaan di antaranya pembesuk wajib bawa KTP. Kemudian pembesuk hanya diperbolehkan bawa makanan matang dan menu siap saji.

"Berpakaian rapi, sopan. Maksimal 10 orang dewasa yang menjenguk satu warga bibaab dan waktu besuk sampai 20 menit," pungkasnya. 

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.