TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Wisata Dermaga Kereng Bangkirai, masih menjadi salah satu tujuan yang ramai dikunjungi masyarakat selama libur pasca-Lebaran 2026.
Kawasan wisata susur sungai di pinggir Kota Palangka Raya itu tetap dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga maupun rombongan.
Dalam beberapa hari terakhir, jumlah wisatawan yang datang tercatat terus bertambah, terutama sejak pertengahan pekan lalu.
Ketua RT 02/RW 01 Kelurahan Kereng Bangkirai Sudianoor mengatakan, lonjakan kunjungan terlihat sejak Rabu dan masih berlangsung hingga awal pekan ini.
“Untuk wisata air hitam Kereng Bangkirai ini, untuk tahun ini pengunjungnya cukup lumayan. Hampir dari hari Rabu kemarin sampai saat ini hari Selasa, kurang lebih mencapai 2.000 pengunjung,” ujarnya kepada Tribunkalteng.com, Selasa (24/3/2026).
Wahana susur sungai masih menjadi pilihan utama yang paling banyak dicari pengunjung.
Selain menggunakan pondok terapung, pengunjung juga memanfaatkan wahana lain yang tersedia di kawasan tersebut.
“Untuk andalan wisata susur sungai di Kereng Bangkirai ini biasanya wahana pondok terapung yang sering digemari pengunjung,” katanya.
Di lokasi yang sama juga tersedia bebek kayuh, bebek gowes, dan getek yang bisa digunakan untuk berkeliling area perairan.
Aktivitas wisata dibuka setiap hari mulai pagi hingga sore.
Loket masuk melayani pengunjung mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB dengan tarif yang masih sama seperti hari biasa.
“Tarifnya masih tetap Rp5.000, untuk anak-anak di bawah umur lima tahun tidak dipungut,” jelasnya.
Menurut Sudianoor, saat libur panjang seperti Lebaran, wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Palangka Raya.
Sebagian besar justru datang dari luar daerah, berbeda dengan akhir pekan biasa yang lebih banyak didominasi warga lokal.
“Kalau hari libur, Lebaran ataupun tahun baru itu biasanya dari luar daerah. Kalau hari biasa seperti Jumat, Sabtu, Minggu biasanya penduduk lokal Kota Palangka Raya,” ujarnya.
Selain untuk berwisata, area dermaga juga kerap digunakan untuk berbagai kegiatan keluarga dan pertemuan komunitas.
Gazebo, aula terbuka, hingga aula tertutup di sekitar kawasan sering dimanfaatkan pengunjung untuk berkumpul.
Di sisi pengelolaan, kawasan wisata ini masih berada dalam masa transisi karena kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat masih dalam tahap pembentukan kembali.
Setelah masa Lebaran, pihak kelurahan berencana mengundang sejumlah instansi terkait untuk membahas pengelolaan lanjutan kawasan wisata tersebut.
Baca juga: Liburan Pasca Lebaran 2025 di Kalteng, Keamanan Kapal Wisata Susur Sungai Pelabuhan Rambang
Baca juga: Kereng Bangkirai Masih jadi Ikon Wisata Palangka Raya, Meski Destinasi Baru Mulai Bermunculan
Ia juga mengingatkan pengunjung agar menjaga kebersihan selama berada di lokasi.
“Kami mohon kepada para pengunjung untuk memperhatikan sampah, jangan membuang sembarangan, karena kantong-kantong sampah sudah disediakan,” katanya.
Pengunjung roda dua juga diminta menggunakan area parkir yang telah tersedia agar jalur di kawasan dermaga tetap nyaman dan tidak menimbulkan kepadatan.