Ratusan Rumah di 3 Kecamatan Mojokerto Terendam Banjir Akibat Tanggul Jebol, Siaga Banjir Susulan
Dyan Rekohadi March 24, 2026 09:32 PM

 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Banjir akibat tanggul jebol merendam ratusan rumah warga di 3 desa, di 3 Kecamatan Kabupaten Mojokerto, Jatim beberapa hari.

Banjir yang merendam pemukiman dan sawah itu kini mulai perlahan surut, Selasa (24/3/2026).

Petugas gabungan BPBD disiagakan  di lokasi guna mengantisipasi banjir susulan, seiring penanganan tanggul yang kini dalam perbaikan.

Baca juga: Banjir Mojokerto Surut Jelang Lebaran 2026, Warga Desa Jotangan Mulai Bernapas Lega


 
Dari informasi yang dihimpun, tiga desa terdampak bencana banjir di antaranya Dusun Kuripan, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim menjelaskan, dampak banjir di Mojoanyar merendam pemukiman dan areal persawahan 22 hektare. 

Total 105 jiwa terdampak banjir yang menggenangi jalan desa sekitar 10 CM, dan 15 rumah warga tergenang banjir setinggi 5 Cm. 

"Tren banjir di Desa Jumeneng telah surut perlahan," ujar Khakim, Selasa (25/3/2025). 

Banjir juga melanda Dusun Tinggar dan Dusun Buntut, Desa Tinggarbuntut, Bangsal serta Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Mojosari. 

Khakim menjelaskan, sebanyak 178 kepala keluarga terdampak banjir di Dusun Tinggar dan Dusun Buntut, Desa Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal. 

Kondisi terakhir genangan air telah surut signifikan dan jalan desa setinggi 10-15 Cm dan lahan pertanian 6 hektare. 

"Pemukiman warga di Desa Tinggarbuntut sudah surut, warga mulai beraktivitas membersihkan rumah," bebernya. 

banjir tanggul jebol Mojokerto
CUACA EKSTREM: Rumah warga terendam banjir akibat tanggul Sungai Sadar ambrol, kondisi ini diperparah cuaca hujan lebat yang mengguyur kawasan Mojokerto Raya. Petugas gabungan BPBD disiagakan di lokasi antisipasi banjir susulan.

 

Baca juga: Banjir Lumpuhkan Desa Jotangan Mojokerto Jelang Lebaran, 30 Rumah Terendam


Perbaikan Tanggul Jebol Masih Berproses

Banjir yang merendam dua desa di Kecamatan Bangsal dan Mojoanyar sejak malam Lebaran 2026, akibat tanggul Sungai Sadar dengan panjang 15 meter ambrol, pada Jumat (20/3/2026).

Pemerintah daerah bersama BBWS Brantas berkolaborasi untuk memperbaiki kerusakan tanggul . 

"Perbaikan tanggul dilakukan oleh dinas terkait, dari Dinas PUPR dan BBWS. Masih terus berproses, mengingat kondisi cuaca ekstrem hingga potensi hujan," pungkas Khakim. 

Khakim menambahkan, genangan air akibat banjir susulan merendam kawasan Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Mojosari.

Banjir dipicu luapan dari tanggul Sungai Sumberkembar yang ambrol 15-20 meter pada Minggu lalu. 

Dampak genangan merendam jalan desa sekitar 5 Cm dan areal persawahan seluas 12 hektare. 

"Kondisi terakhir air di dalam rumah warga sudah surut total," imbuh Khakim.

 

Warga Masih Trauma

Warga Desa Tinggarbuntut, Sriamah mengaku warga dilanda kekhawatiran akan potensi banjir susulan.

Mereka memindahkan hewan ternak dan barang berharga ke tempat kering menghindari banjir. 

"Pas hujan lebat kemarin, banjir tiba-tiba datang pas Subuh. Warga masih khawatir, semoga tidak ada banjir lagi," tukasnya. 

 



 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.