TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Viral di media social memperlihatkan warga Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat gotong royong menggotong pasien menggunakan tandu darurat dari bambu.
Warga setempat menyebut alat transportasi darurat tersebut sebagai "Bambulance" plesetan dari kata bambu dan ambulance.
Tidak ada akses kendaraan medis yang memadai di wilayah tersebut.
Baca juga: Arus Balik 10 Ton BBM di SPBU Polohu Mamuju Tengah Ludes Diserbu Warga
Baca juga: H+3 Lebaran Tamu Masih Silih Berganti Datang Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras Tunda ke Kebun
Berdasarkan rekaman video, terlihat empat orang pria dewasa bahu-membahu memikul tandu bambu yang di atasnya duduk seorang pasien perempuan.
Tandu tersebut dibuat secara swadaya, menggunakan dua batang bambu panjang sebagai tumpuan utama dan jalinan bambu serta kain di bagian tengah sebagai tempat duduk pasien.
Setibanya di depan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Karama, warga masuk ke area selasar dengan langkah tergesa-gesa.
Warga menirukan bunyi sirine ambulans menggunakan mulut: "Wiu-wiu-wiu," sembari terus berjalan memikul beban.
"Bambulance, Bambulance... Ini namanya Bambulence," ujar pria dalam video tersebut, mencoba menyisipkan humor di tengah situasi yang sulit.
Setibanya di depan pintu masuk Puskesmas, para warga dengan hati-hati menurunkan tandu bambu tersebut ke lantai keramik yang bersih.
Mereka tampak kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh melewati medan yang sulit untuk mencapai fasilitas kesehatan satu-satunya di wilayah tersebut.
Diketahui, penggunaan tandu bambu ini bukan tanpa alasan.
Hingga saat ini, akses menuju Desa Karama dan sekitarnya masih sulit dijangkau kendaraan roda empat, termasuk mobil ambulans.
"Akses jalanan tidak ada dan ambulans tidak ada. Ini sudah sering ditandu kalau Karama dan Karataun," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi, Selasa (24/3/2026).
Kondisi infrastruktur jalan membuat warga tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan tenaga manusia untuk mengevakuasi orang sakit.
Upaya konfirmasi sudah dilakukan ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, dr Sita Harit Ibrahim, namun belum mendapatkan jawaban.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi