Cerita Warga Panik Saat Kebakaran Hutan dan Lahan Kosong di Batu 8 Atas Kota Tanjungpinang
Eko Setiawan March 24, 2026 10:38 PM

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG  - Suasana panik menyelimuti warga Perumahan Metro Kepri 89, Batu 8 Atas, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) saat kebakaran hutan dan lahan di area itu.

Momen tak biasa itu terjadi saat detik-detik kebakaran di belakang perumahan tersebut. 

Seorang warga setempat, Aini (34) bagaimana ia lari terbirit-birit saat mengetahui adanya lahan terbakar dekat rumahnya. 

"Kak, keluar, keluar ada kebakaran di belakang rumah," ujar Aini, meniru panggilan warga kepada dirinya saat kebakaran, Selasa (24/3/2026) sore.

Dia juga mendengar suara percikan api yang berasal dari semak belukar. 

"Saya panik. Dipikiran saya hanya lari menyelamatkan diri. Saya tak pikir lagi dengan barang berharga di dalam rumah," akunya. 

Langkah kakinya pun berlari kecil menjauhi lokasi kebakaran itu.

"Alhamdulillah, rumah kami tak sampai terbakar, sebab petugas damkar cepat datang ke lokasi," ceritanya. 

Insiden ini terjadi pada Selasa (24/3/2026) sekira pukul 17.15 WIB.

Kabut asap akibat kebakaran ini membuat warga sekitar panik. 

Mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Video detik-detik kebakaran pun tersebar luas di media sosial (medsos) hingga viral.

Seorang warga setempat, Muhammad mengaku peristiwa ini terjadi begitu cepat.

"Yang saya lihat api tiba-tiba membesar di dekat semak belukar. Belum tahu api itu berasal dari mana," kata Muhammad saat ditemui Tribun Batam.id di lokasi kejadian.

Dia mengaku, beberapa warga sempat menyelamatkan barang berharga dari dalam rumah mereka.

"Warga takut api menjalar hingga ke rumah warga," kata dia.

Suara riuh pun terjadi di area kebakaran itu. Jalan raya sempat macet.

Pengendara yang melintas sengaja mengurangi kecepatan. Pengemudi ingin melihat proses pemadaman api.

Bunyi percikan api terdengar dengan jelas dari dalam hutan.

Polisi yang hadir membantu melakukan pengamanan dan mengatur lalu lintas di lokasi kejadian. 

Kasi Penyelamatan DPKP Tanjungpinang, Derry Ambari, menyampaikan luas lahan yang terbakar kurang lebih 1,5 hektare. 

"Kami mengerahkan dua mobil pemadam kebakaran ke lokasi untuk menjinakan api," kata Derry.

Dalam proses pemadaman, petugas mengutamakan memadamkan api di area dekat perumahan terlebih dahulu. 

"Dugaan sementara api muncul dari pembakaran sampah yang dilakukan warga sekitar," akunya. 

Tidak ada rumah yang yang menjadi korban 

Dia menyampaikan pihaknya alami kesulitan saat memadamkan api sebab pasokan air terbatas.

"Saat ini kami hanya andalkan sumber air dari PDAM Tirta Kepri," bebernya.

Dia menyampaikan sejak Januari hingga Maret 2026 sudah 95 kejadian kebakaran di Tanjungpinang. 

Khusus hari ini ada empat titik lokasi kebakaran hutan dan lahan kosong di Tanjungpinang. 

Dia menghimbau kepada masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan. 

"Situasi saat ini sedang rawan terjadi kebakaran. Harap masyarakat memperhatikan hal ini," pesannya. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.