TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA – Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, pusat peringatan dini siklon tropis yang dikelola oleh BMKG kembali mengupdate informasi terkait perkembangan Siklon Tropis EX-NARELLE.
Informasi ini sebagaimana yang dikutip Tribun Manado melalui akun instagram resmi BMKG, pada Selasa (24/3/2026) malam ini.
Ex-NARELLE adalah sisa-sisa siklon tropis Narelle yang telah melemah dan berada di daratan Australia bagian barat laut, namun berpotensi kuat untuk kembali berkembang menjadi siklon tropis.
Siklon tropis adalah sistem tekanan rendah yang berputar cepat di atas lautan hangat, sering memicu cuaca ekstrem seperti angin kencang (34 knot), hujan lebat, dan gelombang tinggi.
Fenomena ini, yang dikenal sebagai topan atau badai, terjadi saat suhu laut 26,5°C, menyebabkan dampak seperti banjir, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur di wilayah sekitarnya.
Berdasarkan pembaruan data pihak BMKG pada 24 Maret 2026 pukul 19.00 WIB, sistem (EK-NARELLE) ini menunjukkan potensi tinggi untuk kembali menguat menjadi siklon tropis dalam waktu dekat.
Ex-Narelle sebelumnya merupakan bibit siklon tropis 96P yang mencapai intensitas siklon tropis pada 17 Maret 2026.
Sistem ini mulai memasuki wilayah pemantauan TCWC Jakarta pada 21 Maret 2026.
Saat ini, pusat gangguan cuaca tersebut terpantau berada di perairan barat laut Australia dan diprediksi akan bergerak ke arah Barat Daya.
Keberadaan sistem ini memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan atau hingga 25 Maret 2026 pukul 19.00 WIB.
Berikut daftar wilayah yang berpotensi terdampak:
1. Hujan Intensitas Sedang hingga Lebat:
2. Angin Kencang:
3. Kondisi Perairan (Gelombang Tinggi):
Gelombang Tinggi (1.25 – 2.5 m / Moderate Sea) meliputi:
Gelombang Sangat Tinggi (2.5 – 4.0 m / Rough Sea):
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK