BOLASPORT.COM - Pencapaian Putri Kusuma Wardani meraih runner-up di Swiss Open 2026 tetap membuat Imam Tohari bangga tetapi memang masih ada sejumlah evaluasi dari penampilannya.
Putri Kusuma Wardani menjadi pemain yang nyaris saja memecah kebuntuan gelar tunggal putri Indonesia pada tahun ini dalam rangkaian turnamen BF World Tour.
Putri mencapai final Swiss Open 2026 saat ia beraksi sebagai unggulan teratas.
Sayangnya, di final turnamen Super 300 itu, ia harus rela mendaki podium kedua.
Putri gagal menjadi juara setelah ditaklukkan Supanida Katethong (Thailand).
Katethong memang sudah lama menjadi salah satu rival Putri yang sulit dikalahkan.
Pertemuan terakhir mereka terjadi di SEA Games 2025.
Saat itu, Putri KW juga menderita kekalahan.
Kendati harus gagal juara, apa yang dicapai Putri tetap mendapat apresiasi sang pelatih, Imam Tohari.
Kepala Pelatih Tunggal Putri PBSI ini menilai performa Putri menunjukkan progres yang baik.
Namun memang lagi-lagi konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah utama.
"Dalam setiap pertandingan ada yang bagus dan tidak bagus," jelas Imam dikutip Bolasport dari rilis pers PBSI.
"Konsistensi di lapangan masih harus ditingkatkan, terutama dalam kontrol pikiran dan cara bermain," tambah pelatih dari PB Djarum ini.
Putri yang juga berprofesi sebagai polisi wanita, sejatinya menunjukkan progres apik dalam satu tahun ini.
Ia sudah berhasil mencapai ranking tertingginya sepanjang karier, peringkat enam dunia.
Putri juga kini menjadi tunggal putri nomor satu Indonesia, menggantikan posisi Gregoria Mariska Tunjung yang masih harus absen panjang karena sakit vertigo.
Kendati demikian, Imam tetap mengevaluasi apa yang masih kurang dari Putri. Terutama saat kalah dari Katethong.
"Di final, Putri belum bisa mengeluarkan permainan terbaiknya. Faktor mental dan kontrol pikiran (kurang tenang dan kurang yakin) cukup memengaruhi penampilannya."
"Memang untuk partai final tekanan mental yang dirasakan para pemain tentu berbeda dibanding pertandingan sebelumnya. Saya berharap Putri bisa mengatasi hal tersebut untuk kedepannya,” jelas Imam.
Meski demikian, Imam melihat perkembangan yang positif dan menekankan pentingnya kesiapan internal atlet untuk naik ke level yang lebih tinggi.
"Progres Putri sudah baik, tetapi untuk menembus jajaran empat besar dunia tentu tidak mudah. Ia harus memahami kendala dalam dirinya, berani mengambil inisiatif, dan lebih percaya diri saat bertanding,” tambahnya.