BOLASPORT.COM - Tunggal Putra Alwi Farhan dinilai menunjukkan performa yang baik saat mengikuti turnamen Eropa seperti All England Open 2026 dan Swiss Open 2026.
Para wakil Indonesia gagal mempersembahkan satu gelar pun pada beberapa turnamen di Eropa yang baru saja tuntas akhir pekan kemarin.
Sebagai salah satu andalan tim Merah Putih untuk nomor tunggal putra, Alwi Farhan mendapatkan kesempatan turun di dua dari total empat turnamen dalam periode ini.
All England Open 2026 dan Swiss Open 2026 menjadi panggung terkini bagi pemain peringkat ke-14 dunia tersebut.
Diawali dari All England Open 2026, Alwi mengukir performa yang menjanjikan dengan labelnya sebagai debutan di turnamen tertua di dunia tersebut.
Alwi melaju hingga babak perempat final pada turnamen BWF Super 1000 tersebut sebelum dijegal oleh pemain Thailand, Kunlavut Vitidsarn.
Berjuang selama 61 menit, Alwi kalah dua gim langsung di tangan Vitidsarn dengan skor akhir 17-21, 12-21.
Laju Alwi lebih jauh pada Swiss Open 2026 yang digelar satu pekan berselang dengan bertahan hingga babak final.
Akan tetapi, harapan mengamankan gelar pada turnamen BWF Super 300 ini digagalkan oleh wakil Jepang Yushi Tanaka.
Terlepas dari hasil akhir yang kurang memuaskan, pelatih kepala tunggal putra Indonesia, Indra Wijaya, memberikan penilaian positif kepada Alwi.
Menurut Indra, pemain berusia 20 tahun tersebut telah menunjukkan perkembangan yang positif dari 2 turnamen yang diikuti.
"Secara performa, Alwi tampil sangat baik di rangkaian turnamen ini," kata Indra, melalui siaran PBSI yang diterima BolaSport.com.
"Di All England dia bisa mencapai babak delapan besar, lalu menjadi runner-up di Swiss Open," imbuhnya.
Indra menyoroti kemenangan Alwi di semifinal Swiss Open saat mengalahkan Li Shi Feng, unggulan pertama asal China, sebagai salah satu pencapaian penting.
"Di semifinal, penampilan Alwi sangat baik, terutama saat mengalahkan Li Shi Feng yang secara level permainan sudah berada di atas," ucap Indra.
"Tapi di final, performanya tidak sebaik saat semifinal," tuturnya menambahkan.
Ia menilai faktor recovery yang kurang maksimal menjadi salah satu penyebab menurunnya performa Alwi di partai puncak.
"Dengan jadwal yang cukup padat, recovery menjadi sangat penting. Ini yang harus menjadi perhatian ke depan agar performa bisa tetap stabil," tambah Indra.
Ke depan, Indra menegaskan Alwi masih perlu meningkatkan beberapa aspek untuk bisa bersaing lebih konsisten di level tertinggi.
"Masih ada yang harus ditingkatkan, terutama dari sisi fisik, pengontrolan emosi di lapangan, dan penguasaan permainan saat menghadapi berbagai tipe lawan," imbuhnya.