Puncak Arus Balik Ketapang Diprediksi 26–29 Maret, Banyuwangi Gelar Rakor Bersama Kapolri
Haorrahman March 25, 2026 02:57 AM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi -  Aktivitas arus balik Lebaran di penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mulai mengalami peningkatan. Pada Senin (23/3/2026), kawasan pelabuhan terlihat mulai dipadati pemudik yang hendak kembali ke Pulau Bali, terutama pengguna kendaraan roda dua.

Puncak arus balik di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk diperkirakan terjadi pada 26 hingga 29 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan penumpang, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama sejumlah pihak terkait di Posko ASDP Ketapang, Selasa (24/3/2026).

Rakor tersebut dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Forkopimda, serta berbagai stakeholder terkait. Kegiatan ini juga terhubung secara daring dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca juga: Ritual Seblang Olehsari Banyuwangi Kini ada Penari Baru, Digelar Selama 7 Hari

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan agar tidak terjebak antrean saat periode puncak arus balik.

Ia menyarankan pemudik berangkat lebih awal atau memilih waktu di luar periode puncak.

“Bagi pemudik bisa mengatur waktu perjalanan dan terus memantau informasi agar tidak terjadi kepadatan. Apalagi pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif dalam memilih waktu perjalanan,” kata Mujiono.

Baca juga: Lokasi Strategis, Posko Gotong Royong PDIP Banyuwangi Banyak Fasilitas Gratis bagi Pemudik

Buffer Zone

Dalam rakor tersebut, berbagai langkah mitigasi telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan mengatakan sebanyak 16 titik buffer zone atau kantong parkir telah disiapkan di sekitar kawasan Pelabuhan Ketapang.

“Ada 16 titik buffer zone yang disiapkan untuk menampung kendaraan jika terjadi kepadatan,” kata Rofiq.

Beberapa lokasi yang digunakan sebagai kantong parkir tambahan antara lain kawasan RTK Tanjungwangi, Terminal Sri Tanjung, SPBU Sri Tanjung, serta Grand Watu Dodol (GWD).

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan yang menuju pelabuhan selama arus balik Lebaran.

Baca juga: Momen Bupati Ipuk Nobar Film Na Willa Bersama Puluhan Anak Yatim Banyuwangi

Tiket Online

Selain pengaturan lalu lintas, operator penyeberangan juga mengingatkan pengguna jasa agar membeli tiket secara digital sebelum tiba di pelabuhan.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengatakan saat ini tidak ada lagi penjualan tiket langsung di pelabuhan.

Pengguna jasa diwajibkan membeli tiket melalui platform digital Ferizy yang telah tersedia hingga H-60 sebelum keberangkatan.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, SAR, relawan, serta stakeholder terkait juga disiagakan untuk memastikan kelancaran arus balik di lintasan penyeberangan Jawa–Bali.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.