Ketua DPRD Sulsel: Jejaring Saudagar Bugis-Makassar Jadi Kekuatan Ekonomi Besar
Ari Maryadi March 25, 2026 09:22 AM

 

TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, mendukung penuh Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI 2026.

PSBM XXVI akan berlangsung di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Kota Makassar, Rabu-Kamis (25-26/3/2026). 

Andi Rachmatika menilai forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring ekonomi saudagar.

Termasuk mendorong kolaborasi pelaku usaha asal Sulsel, baik di dalam daerah maupun diaspora di berbagai negara.

Menurutnya, forum tahunan tersebut memiliki peran penting dalam menghubungkan kekuatan ekonomi saudagar Bugis-Makassar yang selama ini tersebar luas.

Sehingga mampu menciptakan sinergi yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi pembangunan daerah.

“Semoga kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi yang semakin mempererat persaudaraan, memperkuat jejaring, serta mendorong kolaborasi dan kontribusi nyata bagi kemajuan Sulsel,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Politisi yang akrab disapa Cicu ini menilai saudagar Bugis-Makassar telah menjadi pilar penting dalam menggerakkan roda perekonomian.

Peran PSBM, tidak hanya di Sulawesi Selatan, tetapi juga meluas ke berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara.

Ia menyebutkan, kekuatan jaringan tersebut merupakan modal sosial dan ekonomi yang sangat besar, sehingga perlu terus dirawat dan diperkuat melalui forum seperti PSBM.

“Saudagar Bugis-Makassar ini punya jaringan yang sangat luas dan kuat. Kalau ini disatukan dalam satu forum yang produktif seperti PSBM, tentu akan menghasilkan kekuatan ekonomi yang luar biasa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sekretaris DPW Partai NasDem Sulsel itu menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong.

Hal tersebut dinilai penting di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

Menurutnya, kolaborasi antar pelaku usaha, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Ke depan, tantangan ekonomi tidak semakin mudah. Karena itu, kita butuh kolaborasi yang kuat, saling mendukung, dan membangun bersama. PSBM harus menjadi ruang untuk itu,” tegasnya.

Selain aspek ekonomi, Cicu juga mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Bugis-Makassar sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas usaha dan pembangunan.

Nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, siri’ na pacce, serta semangat saling membantu dinilai menjadi kekuatan utama yang harus terus diwariskan kepada generasi pengusaha berikutnya.

Siri’ na pacce adalah nilai budaya utama masyarakat Bugis-Makassar yang menjadi pedoman dalam bersikap, menjaga kehormatan, dan hubungan sosial.

Siri’ dimaknai sebagai harga diri, kehormatan, dan rasa malu.

Sementara pacce menggambarkan empati, solidaritas, serta kepedulian terhadap orang lain.
 
“Saya berharap para saudagar terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong, serta nilai-nilai kearifan lokal Bugis-Makassar dalam setiap langkah pembangunan di Sulsel,” tambahnya.

Pertemuan PSBM sendiri dikenal sebagai forum strategis yang mempertemukan para pengusaha, perantau, dan tokoh masyarakat asal Sulsel dari berbagai daerah hingga luar negeri.

Dalam setiap penyelenggaraannya, forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi.

Namun juga dimanfaatkan untuk membangun jaringan bisnis, membuka peluang investasi, serta merumuskan kerja sama konkret lintas sektor.

PSBM 2026 pun diharapkan mampu melahirkan lebih banyak kolaborasi nyata, mulai dari kemitraan usaha, investasi daerah, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Jejaring saudagar Bugis-Makassar yang luas menjadikan forum ini sangat penting.

Forum ini berperan dalam mendorong daya saing ekonomi Sulsel secara nasional dan global.

“Harapannya, PSBM tidak berhenti sebagai acara seremonial, tetapi benar-benar melahirkan kerja sama nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tutupnya.

Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI kini hadir dengan program strategis baru dan nyata. 

Selain itu, panitia juga mengundang Saudagar Bugis Makassar di seluruh belahan dunia. 

Program baru saat PSBM pertama digongkan oleh Menteri Perdagangan Indonesia ke 19, Jenderal HM Jusuf tahun 1993, 33 tahun lalu.

Selain menawarkan kolaborasi bisnis nyata, KKSS juga menawarkan kepada saudagar pola kemitraan untuk kredit Alsinta. 

Bunganya 3 persen dengan maksimal pinjaman Rp2 miliar.

Penggagas PSBM, Jusuf Kalla menyampaikan, PSBM berangkat dari keinginan untuk mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha besar dari Sulawesi Selatan. 

Pada masa itu, ketiga tokoh tersebut sepakat mempertemukan para saudagar, baik yang berada di daerah maupun yang merantau ke berbagai wilayah.

Ia menjelaskan, forum PSBM dibangun dengan dua semangat utama.

Pertama, menumbuhkan jiwa kewirausahaan agar pengusaha besar tetap berkembang, pelaku usaha menengah dapat naik kelas, dan pengusaha kecil memiliki kesempatan menjadi lebih maju.

Kedua, mendorong para saudagar agar turut berkontribusi membangun daerah asalnya di Sulawesi Selatan.

Jusuf Kalla juga menyerukan PSBM tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata tapi mampu menjadi ruang pertemuan nyata yang menghasilkan transaksi bisnis serta kemitraan antara para pengusaha, pemerintah daerah, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

“Paling penting adalah adanya transaksi dan kerja sama nyata, bukan sekadar acara seremonial,” ujarnya awal Maret saat menerima panitia PSBM XXVI.

Bak gayung bersambut, panitia Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI 2026 menyusun berbagai program strategis untuk memperkuat persaudaraan sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi saudagar Bugis Makassar melalui kerja sama dalam dan luar negeri.

Ketua Panitia PSBM XXVI, Ibnu Munzir, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membangun kembali kekuatan jejaring saudagar lintas wilayah hingga mancanegara.

“Ini merupakan momentum untuk kita bangkit, mempererat silaturahmi, dan menguatkan persaudaraan seluruh keluarga Bugis Makassar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di mancanegara,” ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (23/3/2026).

Mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, PSBM XXVI diarahkan menjadi ruang aksi yang menghasilkan kerja sama nyata.

Panitia menekankan, konsep tahun ini tidak lagi berfokus pada seremoni atau sekadar berbagi kisah sukses, tetapi pada implementasi program yang berdampak langsung bagi pelaku usaha.

Salah satu terobosan utama adalah agenda business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan mitra potensial lintas sektor dan wilayah.

Forum ini juga akan menghadirkan sejumlah tokoh, termasuk kepala daerah asal Sulawesi Selatan, guna membuka peluang kolaborasi dan investasi.

Kalau sebelumnya lebih banyak pada success story, sekarang kita dorong langkah konkret melalui konsep berbagi, peduli, dan temu usaha,” jelas Ibnu.

Selain itu, panitia juga menyiapkan sejumlah program tematik, seperti class room business yang menghadirkan sesi berbagi pengalaman antara saudagar dan kepala daerah, serta penguatan sektor ekonomi hijau (green economy).

Dalam sektor ini, direncanakan kerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan daerah untuk penanganan persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah hingga tingkat kelurahan.

Pada sektor komoditas unggulan, PSBM XXVI menghadirkan ruang khusus kopi Sulawesi Selatan agar dapat menembus pasar global.

Forum ini akan mempertemukan pelaku usaha, termasuk pihak industri seperti Kopi Kapal Api, dengan pemilik kebun kopi di Toraja, Enrekang, dan Mamasa.

Panitia juga memastikan kehadiran pembeli dari China dan Belanda yang telah memiliki permintaan pasar.

Pertemuan tersebut diarahkan pada realisasi kerja sama bisnis, termasuk rencana penandatanganan kesepakatan penjualan dan pembelian produk.

Ibnu menegaskan, jaringan saudagar yang telah terbentuk selama ini akan diperkuat melalui PSBM, sekaligus diperluas untuk mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Ia juga menyoroti pentingnya pendataan usaha serta pembentukan asosiasi saudagar Bugis Makassar agar penguatan jaringan dapat berjalan lebih terstruktur.

“Jaringan sudah ada, bisnis sudah berjalan, dan PSBM ini memperluas jaringan pemberdayaan. Kita ingin generasi pengusaha tetap bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan saudagar Bugis Makassar di luar negeri, termasuk di Belanda, menjadi bukti kuatnya kepercayaan internasional terhadap jaringan tersebut, khususnya dalam pengelolaan investasi.

Seluruh rangkaian kegiatan PSBM XXVI, lanjut Ibnu, diarahkan agar tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi, baik di Sulsel maupun secara nasional.

PSBM XXVI ditargetkan diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta diaspora Bugis-Makassar di mancanegara.

Forum ini diharapkan menjadi wadah strategis dalam memperkuat jejaring, kolaborasi usaha, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi.

Laporan Wartawan Tribun Timur Erlan Saputra

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.