Mudik Lebaran Berujung Petaka, Rumah Pedagang Kelapa Muda di Bengkulu Dibobol Maling
Rita Lismini March 25, 2026 02:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU –Suasana Lebaran yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi duka bagi Herman Hakim (44), seorang pedagang kelapa muda di Kota Bengkulu. 

Rumah miliknya di Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Teluk Segara, dibobol maling saat ditinggal mudik bersama keluarga. 

Sejumlah barang berharga dan uang tunai raib, menyebabkan korban mengalami kerugian jutaan rupiah.

Peristiwa pencurian rumah saat mudik ini terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, bertepatan dengan momen Hari Raya Idul Fitri. 

Saat kembali dari kampung halaman di Kabupaten Kepahiang, Herman mendapati pintu rumahnya sudah dalam kondisi terbuka dan gembok dirusak.

“Saya kaget sekali begitu sampai di rumah. Pintu sudah terbuka, gemboknya rusak. Begitu masuk, kondisi rumah sudah berantakan,” ujar Herman saat ditemui di rumahnya, Rabu (25/3/2026).

Rumah Kosong Saat Mudik Jadi Sasaran

Berdasarkan keterangan korban, ia bersama keluarga meninggalkan rumah pada Sabtu, 21 Maret 2026 sekitar pukul 09.00 WIB untuk mudik Lebaran. Saat berangkat, kondisi rumah dipastikan sudah terkunci rapat dan digembok.

Namun, kesempatan tersebut diduga dimanfaatkan pelaku pencurian rumah saat mudik untuk beraksi. Rumah yang kosong selama lebih dari satu hari menjadi sasaran empuk bagi pelaku.

Menurut Herman, tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelum ia berangkat. Lingkungan sekitar juga terbilang cukup ramai karena berada di kawasan permukiman padat penduduk.

“Sebelum berangkat semuanya aman. Kami kunci pintu seperti biasa. Tidak menyangka akan terjadi pencurian rumah saat mudik seperti ini,” katanya.

Isi Rumah Diacak, Uang dan Peralatan Hilang

Begitu masuk ke dalam rumah, korban mendapati kondisi ruangan sudah acak-acakan. Barang-barang berserakan di lantai, lemari terbuka, dan beberapa peralatan tidak lagi berada di tempatnya.

Setelah melakukan pengecekan, korban menyadari sejumlah barang telah hilang. Di antaranya uang tunai sebesar Rp2.000.000, dua buah egrek sawit, enam buah parang, serta dua tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram.

Total kerugian akibat pencurian rumah saat mudik ini diperkirakan mencapai sekitar Rp3.400.000.

Barang-barang tersebut memiliki nilai ekonomi penting bagi korban, terutama peralatan yang digunakan untuk bekerja maupun kebutuhan rumah tangga.

"Uang saya Rp 1,5 juta rencana mau perbaiki motor, ditambah uang istri saya dapat zakat fitrah istri saya Rp 500 ribu kemarin juga raib," kata Herman.

Pelaku Diduga Masuk Lewat Pintu Depan

Dari kondisi di lokasi, pelaku diduga masuk ke dalam rumah melalui pintu depan dengan cara merusak gembok.

 

Gembok pintu terlihat rusak parah, menunjukkan bahwa pelaku kemungkinan menggunakan alat untuk membukanya secara paksa.

 

Warga sekitar mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan aksi pencurian tersebut terjadi. Diduga pelaku beraksi saat lingkungan dalam kondisi sepi pada malam hari.

"Kalau yang dicurigai sudah ada, kemungkinan dia ini beraksi pada malam hari saat kami menginap itu," ujar Herman.

Kasus Dilaporkan ke Polisi

Setelah memastikan barang-barang hilang, Herman segera melaporkan kejadian pencurian rumah saat mudik tersebut ke Polsek Teluk Segara. 

Ia berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan mengembalikan rasa aman di lingkungan tempat tinggalnya.

“Saya sudah melapor ke polisi. Mudah-mudahan pelakunya cepat tertangkap,” kata Herman.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.