TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Identitas mayat pria yang ditemukan di dekat rel kereta api Jalan Hasanudin, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, akhirnya ddiketahui.
Meski demikian, untuk penyebab kematian masih menjadi misteri.
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, diketahui kalau korban bernama Agus Latief (63), warga Kelurahan Penumping, Laweyan, Solo.
Agus Latief merupakan seorang pensiunan PNS.
Baca juga: BREAKING NEWS: Nelayan Tenggelam di Kebumen Ditemukan, Tim Kini Fokus Mencari Wisatawan Asal Brebes
Baca juga: Selain Roy Suryo, Jokowi Bersedia Berikan Berikan Restorative Justice, Termasuk ke Dokter Tifa
Hasil pemeriksaan awal polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban.
Meski latar belakang korban mulai terungkap, penyebab pasti kematian masih belum diketahui.
Polisi memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban saat olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Sementara kita kemarin dari hasil olah TKP memang tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan," kata Wakasatreskrim Polresta Solo, Sudarmiyanto, Selasa (24/3/2026).
Identitas korban terungkap setelah pihak kepolisian menyebarkan informasi penemuan jenazah ke sejumlah polsek.
Wakasatreskrim Polresta Solo, Sudarmiyanto, menjelaskan keluarga korban kemudian datang untuk memastikan identitas tersebut.
"Setelah kemarin ditangani pihak Kepolisian, kemudian jenazah dibawa ke Rumah Sakit Moewardi. Kemudian atas kejadian itu banyak orang menginformasikan adanya temuan mayat yang tidak ada identitasnya," ungkap Sudarmiyanto, Selasa (24/3/2026).
Dari keterangan keluarga, korban sebelumnya sempat meninggalkan rumah dan dilaporkan hilang ke Polsek Laweyan.
Selain itu, korban juga disebut mengalami depresi setelah pensiun dari pekerjaannya.
"Dari keterangan keluarga korban bahwa setelah pensiun kondisinya depresi dan ini diinfokan juga pernah hilang juga terkait kehilangan tersebut keluarga juga pernah melaporkan ke Polsek Laweyan. Tapi untuk laporannya kapan ini masih kami cek," ujar Sudarmiyanto.
Jenazah korban sebelumnya telah dievakuasi ke RSUD dr Moewardi Surakarta untuk proses identifikasi, sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga pada Senin malam. (TribunSolo.com)