Langit Wonosobo Dipenuhi Balon Raksasa, Festival Mirombo 2026 Diserbu Ribuan Pengunjung
muslimah March 25, 2026 02:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Langit cerah menaungi Lapangan Mirombo, Kelurahan Rojoimo, Kecamatan Wonosobo, Rabu (25/3/2026).

Sejak pagi, warga mulai berdatangan. Area lapangan perlahan dipenuhi pengunjung.

Kendaraan terparkir rapi di lokasi yang telah disiapkan panitia.

Pengunjung hanya membayar parkir Rp5.000 saja. Setelah itu, mereka bisa masuk pintu utama untuk melihat festival balon.

Dari kejauhan, balon-balon raksasa sudah terlihat. Sebagian masih terlipat, sementara yang lain mulai mengembang.

Baca juga: H+3 Lebaran, Wisata Wonosobo Masih Ramai Dikunjungi Wisatawan

Api dinyalakan dari bawah balon. Asap tipis masuk ke dalam dan perlahan balon membesar.

Suasana semakin ramai, lautan manusia memadati area lapangan. Banyak pengunjung mengabadikan momen langka ini.

Di sisi lapangan, deretan UMKM tampak sibuk. Pedagang menawarkan makanan, minuman, hingga produk lokal.

Total ada sekitar 48 pelaku UMKM yang ikut serta dalam event ini yang didominasi warga lokal.

Sementara itu, puluhan balon mulai tertata rapi sesuai arahan panitia.

Motifnya beragam, mulai dari corak etnik, gambar kartun, hingga pemandangan, dan kesenian khas Wonosobo.

Setiap kelompok membawa ciri khasnya masing-masing. Mereka juga didampingi tim yang membantu proses pengisian udara.

Ketua panitia, Danang Isworo Wijayanto, mengatakan festival ini akan digelar selama dua hari.

“Untuk hari ini kita ada 35 balon dengan satu tamu dari luar Kabupaten Wonosobo, itu dari Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

Jumlah tersebut diperkirakan akan sama pada hari kedua, esok hari.

“Besok kemungkinan besar jumlahnya sama 35, tapi dengan peserta yang berbeda,” katanya.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar variasi balon lebih beragam.

Ia menyebut, tahun ini menjadi penyelenggaraan yang lebih besar dengan durasi acara yang lebih panjang.

“Tahun ini kita lebih banyak dari tahun kemarin. Tahun kemarin cuma satu hari, sekarang dua hari,” jelas Danang.

Ia menambahkan, festival ini rutin digelar setiap tahun dan berpotensi terus berkembang ke depan.

Dalam pelaksanaannya, panitia menerapkan aturan yang sama seperti festival balon dengan aturan yang ketat.

“Kalau aturan sebenarnya semua sama, terkait ketertiban dan lain-lain,” ujarnya.

Seluruh peserta wajib mengikuti ketentuan tersebut. Panitia juga membuat grup komunikasi khusus yang berisi aturan, kewajiban, dan hak peserta.

Peserta dalam festival balon ini juga akan mendapat cendera mata.

Dari total sekitar 70 balon selama dua hari ini, panitia akan memilih satu perwakilan terbaik.

“Nanti dari dua hari pelaksanaan, kita mengambil satu balon terbaik,” kata Danang.

Balon tersebut akan tampil di puncak festival di Alun-alun Wonosobo pada 29 Maret mendatang.

Festival ini tidak sepenuhnya dilombakan. Namun, tetap ada penilaian tertentu, baik dari balon maupun dukungan suporter.

Panitia juga menyediakan hadiah undian. Setiap hari ada satu ekor kambing dan dua ekor ayam yang akan dibagikan kepada peserta.

Menjelang siang, balon-balon sudah terisi penuh. Ukurannya tampak besar dan menjulang.

Pengunjung mulai mendekat. Kamera ponsel terangkat untuk mengabadikan momen.

Dari panggung utama, terdengar aba-aba. Dalam hitungan detik, balon-balon terangkat bersamaan.

Balon terbang tinggi, namun tetap tertambat sesuai aturan yang berlaku di Wonosobo.

Beberapa balon tampak berputar saat terkena angin. Momen tersebut langsung disambut sorak penonton.

Suasana penuh kegembiraan. Banyak pengunjung terpukau melihatnya secara langsung. Anak-anak, remaja, hingga orang tua larut dalam suasana.

Di sisi lain, area UMKM semakin ramai. Pengunjung silih berganti membeli produk yang ditawarkan.

“Yang paling utama kita merayakan UMKM lokal dulu. Pasti ada pergerakan ekonomi di sini,” ujarnya.

Festival ini diharapkan terus berkembang, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai upaya pelestarian budaya.

“Harapan kami budaya balon ini tetap diberdayakan dan dikembangkan agar kearifan lokal di Wonosobo bisa mendunia,” tutup Danang. (ima)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.