TRIBUNJATIM.COM - Warga Desa Ngeblak ternyata tak pernah mengetahui siapa Bupati di wilayahnya, termasuk meminta fasilitas pembangunan secara resmi kemana.
Keberadaan Desa Nglebak yang terletak di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai diketahui publik berkat aksi pembangunan jalan secara swadaya yang dilakukan warga desa dengan berdonasi mandiri.
Desa yang bisa dibilang berada di tengah hutan tersebut lokasinya lebih dekat ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur daripada ke kabupaten induknya, di Blora, Jawa Tengah.
Untuk menuju ke pusat kota Ngawi, mereka hanya membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit dengan jarak kurang lebih 9 kilometer.
Sedangkan untuk menuju ke pusat kota Blora, mereka harus menempuh jarak sekitar 53 kilometer selama kurang lebih dua jam perjalanan.
Seorang warga setempat, Suwiji mengakui lebih sering ke Ngawi daripada ke Blora karena lokasi tempat tinggalnya yang memang lebih dekat ke wilayah Jawa Timur tersebut.
"Kalau ke Ngawi bisa sepuluh kali bolak-balik, kotanya ya Ngawi. Bahkan, warga sini sudah tua pun belum tahu alun-alun Blora," ucap dia dengan bahasa Jawa kepada wartawan yang kemudian sudah dialihbahasakan, saat ditemui di lokasi perbaikan jalan, Selasa (24/3/2026), dikutip TribunJatim.com via Kompas.com, Rabu (25/3/2026).
Selain karena lokasinya yang dekat dengan Ngawi, kondisi jalan di daerah tersebut juga cukup memprihatinkan.
Pria yang usianya lebih dari enam puluh tahun itu mengaku akses jalan ke Ngawi lebih baik kondisinya daripada ke Blora.
"Ya daripada ke arah utara (Blora) ya lebih bagus ke arah selatan (Ngawi)," kata dia.
Baca juga: Ingin Sungkem ke Ibu Jadi Alasan Gus Yaqut Mantan Menag Minta Jadi Tahanan Rumah
Bahkan, dirinya juga sempat tidak mengetahui sosok bupati Blora yang menghadiri undangan sekaligus memberikan bantuan material untuk perbaikan jalan di desanya itu.
Sebab, saat bupati bersama rombongannya datang ke lokasi perbaikan jalan, warga tetap sibuk dengan aktivitasnya memperbaiki jalan secara swadaya.
"Alhamdulillah, bertahun-tahun lamanya tidak pernah ada bupati yang ke sini, ya baru pertama ini bupati datang ya warga berterima kasih. Ibarat anak memimpikan bapaknya kemudian terwujud ya pasti senang," terang dia.
Baca juga: Sosok Dea Annisa Mantan Artis Cilik Jadi Tulang Punggung, Curhatan Ibu soal Perjuangan Anak Viral
Dengan hadirnya orang nomor satu di Blora tersebut, dirinya berharap pembangunan infrastruktur jalan yang selama ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, dapat segera dilanjutkan dengan bantuan dari pemerintah.
"Ya semoga perbaikan jalan di sini bisa segera dilanjutkan," harap dia.
Senada dengan Suwiji, Suyatno yang juga warga setempat mengaku kondisi jalan yang rusak telah beberapa kali menyebabkan anak sekolah terjatuh dari kendaraannya.
Makanya, ia bersama warga lainnya berharap setelah ada perbaikan jalan secara swadaya kemudian didatangi bupati Blora, impian jalan yang layak dapat segera terwujud.
"Ya alhamdulillah ini jalannya diperbaiki ya sudah bagus. Tapi penginnya ya perbaikan jalan dapat terus dilanjutkan," ujar kakek 72 tahun itu.
Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Nglebak, Suwardi mengatakan kondisi jalan rusak di desanya sudah terjadi sekitar tahun 2014 atau dua belas tahun ke belakang.
"Soalnya pembangunan terakhir itu di 2012, itu sampai sekarang belum ada. Jadi mulai 2014 karena dulu belum ada sistem cor seperti ini ya, dulu ada aspal."
"Jadi, ini untuk ketahanan jalan mungkin agak kurang bagus kurang lama ya beda sama yang cor," ucap dia.
Kondisi jalan yang rusak di desanya itu juga sempat diusulkan pada musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Namun, karena ada efisiensi anggaran, ruas jalan tersebut tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah.
"Sebenarnya untuk Desa Nglebak ke Megeri dan Desa Nglebak ke Desa Getas itu sebenarnya sudah pernah ada judul di Musrenbang, karena terkena efisiensi anggaran penjelasan dari pak bupati kurang lebih sekitar 300 miliar, ruas jalan yang rencananya dibangun tahun ini tertunda," terang dia.
"Kemudian Pak Bupati bersama masyarakat berupaya untuk di 2026 ini beliau ingin menganggarkan di perubahan."
"Kalaupun toh belum ada perubahan nanti di 2027 Pak Bupati berjanji dan berupaya untuk melanjutkan misi dari masyarakat ini untuk membangun di Desa Nglebak sampai dengan Megeri. Hal itu disampaikan langsung beliau kepada aparatur desa bersama masyarakat desa," imbuh dia.
Maka dari itu, warga merasa senang dengan kehadiran bupati yang turut serta membantu masyarakat setempat yang sedang memperbaiki jalan secara swadaya.
"Ini membawa angin segar bagi masyarakat kami karena pak bupati turun langsung tahu kondisi ril sebenarnya di Desa Nglebak."
"Sebelum-sebelumnya ya pak bupati belum pernah ke sini, belum pernah meninjau langsung benar tidaknya jalan ini rusak belum pernah."
"Tapi dengan adanya kami bersama masyarakat melakukan swadaya ini rame di media sosial, bahkan setiap orang upload akhirnya sampailah ke pak bupati akhirnya turun tangan seperti itu," jelas dia.