TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Aliansi Tonrong Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sinjai, Rabu (25/3/2026).
Rujab Bupati Sinjai yang terletak di Jl Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara. Tepat di depan Kantor Pos Sinjai.
Pantauan Tribun-Timur, massa aksi membawa foto sejumlah anggota DPRD Sinjai dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang telah dicetak di atas kertas.
Dapil IV Sinjai meliputi Kecamatan Sinjai Tengah dan Sinjai Barat.
Foto-foto tersebut kemudian dipasang di depan gerbang masuk Rujab Bupati Sinjai sebagai bentuk protes.
Adapun anggota DPRD yang fotonya dipasang yakni Ambo Tuwo (Demokrat), Misna (Golkar), Agus (NasDem).
Selanjutnya, Fachriandi Matoa (Gerindra), Iqramulyo Nugroho (PKS), dan Zaenal Abidin Hasnur (PKB).
Baca juga: Jalan Rusak di Desa Terasa Sinjai Mulai Diperbaiki
Massa aksi menilai para wakil rakyat tersebut tidak menjalankan fungsi pengawasan, khususnya dalam mengawal perbaikan infrastruktur jalan di wilayah mereka.
“Mereka anggota DPRD Sinjai Dapil IV tidak becus,” kata Jendral Lapangan, Israil.
Aksi unjuk rasa ini juga sempat memanas.
Ketegangan dipicu saat massa mencoba menutup badan jalan di sekitar lokasi aksi.
Upaya tersebut langsung dihalangi oleh aparat kepolisian yang berjaga.
Aksi saling dorong antara massa dan aparat pun tak terhindarkan dan berlangsung sekitar dua menit sebelum akhirnya berhasil diredam.
Namun, pihak massa membantah hal tersebut.
“Kami sudah memasukkan surat penyampaian aksi di Mapolres Sinjai,” tegasnya.
Setelah ketegangan mereda, aksi kembali berlangsung kondusif.
Massa melanjutkan orasi secara bergantian.
Para demonstran menyuarakan tuntutan perbaikan infrastruktur jalan, khususnya di Desa Terasa.
Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan personel Polres Sinjai.
Selama aksi berlangsung, gerbang Rujab Bupati Sinjai terlihat tertutup.
Massa juga membentangkan spanduk bertuliskan “Tonrong Menggugat, Perbaiki Jalan Kami” sebagai bentuk desakan kepada pemerintah daerah.
Dalam orasinya, Israil menilai kondisi jalan di Desa Terasa sangat memprihatinkan dan belum pernah tersentuh pembangunan berupa aspal.
“Perbaiki jalan kami,” serunya.
Ia menuturkan kondisi tersebut berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat, terutama saat musim hujan.
“Kami datang menyuarakan keluhan warga. Jalan di Desa Terasa harus segera diperbaiki,” ujarnya.
Massa aksi lainnya, Ipung, mengungkapkan kerusakan jalan turut memengaruhi aktivitas ekonomi warga.
“Warga kesulitan menjual hasil bumi karena akses jalan rusak,” katanya.
Selain itu, akses pendidikan dan layanan kesehatan juga terdampak akibat kondisi jalan yang licin dan sulit dilalui kendaraan.
“Anak-anak terpaksa berjalan kaki ke sekolah karena kendaraan tidak bisa melintas,” ujarnya.
Massa aksi kemudian ditemui langsung oleh Kasat Intel Polres Sinjai, AKP Hasan Loan.
AKP Hasan menyampaikan kepada massa aksi akan memfasilitasi untuk audiens dengan Bupati Sinjai, Ratnawati Arif.
“Silahkan bersurat kepada kami, saya akan fasilitasi,” kata Hasan kepada demonstran.
Massa aksi menerima pernyataan tersebut dan selanjutnya membubarkan diri.(*)