Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kelancaran arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni tak hanya dipengaruhi volume kendaraan, tetapi juga strategi penguraian kepadatan yang diterapkan aparat di lapangan.
Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung mencatat lebih dari 77 ribu kendaraan berhasil diseberangkan ke Pulau Jawa dalam periode 22–24 Maret 2026. Namun di balik angka tersebut, terdapat sejumlah langkah taktis yang dinilai berperan besar menjaga arus tetap terkendali.
Dirlantas Polda Lampung, Kombes Pol N. Dedy Arifianto, menjelaskan salah satu strategi utama adalah penyebaran titik penjualan tiket kapal di luar area pelabuhan.
Langkah ini bertujuan mengurangi antrean panjang yang kerap terjadi saat kendaraan menumpuk di pintu masuk.
Titik-titik penjualan tiket manual disiapkan di sejumlah rest area tol, seperti KM 20B, 33B, dan 49B. Selain itu, fasilitas serupa juga tersedia di jalur arteri, termasuk Pos Pam Lamsel Expo serta beberapa titik di lintas timur.
“Langkah ini efektif memecah antrean sehingga kendaraan tidak menumpuk di pelabuhan,” ujar Dedy.
Tak hanya itu, koordinasi lintas instansi juga menjadi faktor penting. Polda Lampung bekerja sama dengan ASDP, TNI, serta berbagai pihak terkait untuk memastikan distribusi kendaraan menuju kapal berjalan merata.
Selama tiga hari pelaksanaan arus balik, ratusan perjalanan kapal dioperasikan guna mengakomodasi lonjakan penumpang dan kendaraan. Mayoritas kendaraan yang menyeberang didominasi sepeda motor dan mobil pribadi.
Meski situasi terpantau lancar, potensi kepadatan masih membayangi. Polda Lampung memprediksi puncak arus balik susulan akan terjadi pada akhir pekan mendatang, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Karena itu, pemudik diimbau tidak hanya memilih waktu perjalanan dengan bijak, tetapi juga memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan untuk menghindari kepadatan.
( Tribunlampung.co.id )