Pesan Manajer Semen Padang untuk Suporter Jelang Hadapi Persib: Kalau Hanya Rusuh, Itu Bukan Cinta
Rezi Azwar March 25, 2026 08:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Manajemen Semen Padang FC buka suara terkait keributan oknum suporter yang terjadi belakangan ini.

Diketahui tim Semen Padang FC akan menghadapi Persib Bandung pada Minggu (5/4/2026) pukul 19.00 WIB.

Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion GOR Haji Agus Salim, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.

Namun, sebelumnya terjadi insiden kericuhan yang melibatkan dua kelompok suporter Semen Padang FC setelah pertandingan menghadapi PSIM Yogyakarta pada Rabu (4/3/2026) malam.

Baca juga: Pantang Gentar Lawan Persib, Semen Padang FC Bidik Poin Penuh di GOR Haji Agus Salim

Pertandingan Semen Padang FC melawan PSIM Yogyakarta diketahui berakhir imbang 0-0 pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim.

Manajer tim Semen Padang FC, Masykur Rauf, mengecam keras tindakan tersebut dan menyatakan kekecewaannya yang mendalam terhadap kelompok suporter yang dinilai justru merugikan klub di masa sulit.

Masykur Rauf menegaskan bahwa dirinya tidak lagi ingin berkompromi dengan pihak-pihak yang memicu keributan.

Ia secara spesifik menyebut salah satu kelompok suporter, Spartacks, dalam ungkapan kekesalannya.

Baca juga: Masykur Rauf: Pemain Semen Padang FC Kembali Berkumpul di Padang 25 Maret Besok

"Saya tidak peduli lagi dengan suporter yang membuat keributan. Saya mau dengan yang baik-baik saja lagi. Yang lain kalau mau ribut ya ribut saja, terserah," ujar Masykur dengan nada tegas, Rabu (25/3/2026).

Manajemen mengakui bahwa peran suporter sangat krusial bagi perjalanan tim di kompetisi BRI Super League.

Namun, Masykur mempertanyakan kontribusi suporter jika kehadirannya hanya untuk menciptakan kerusuhan.

Ia membandingkan situasi di Padang dengan loyalitas suporter PSS Sleman yang tetap memberikan dukungan positif meski tim mereka sedang berada dalam tren negatif.

Baca juga: Jadwal 9 Sisa Pertandingan Semen Padang FC: Misi Berat Kabau Sirah Keluar Zona Degradasi

"Kita butuh suporter, tapi kalau seperti itu apa yang kita perlukan dari dia? Kalau hanya cuma rusuh-rusuh saja, itu tidak cinta namanya. Kalau cinta itu lihat suporter PSS Sleman, walaupun kalah tetap didukung mereka," tambahnya.

Kondisi Semen Padang FC saat ini sedang berupaya bangkit dari keterpurukan performa.

Insiden kerusuhan dianggap sebagai pukulan ganda bagi tim yang sedang berjuang di klasemen.

Selain merusak fokus pemain, klub kini dihantui sanksi dari Komdis PSSI.

"Ini tidak, ini tim sudah pusing ditambah pusing. Untuk dendanya belum datang, tetapi pasti terkena denda. Sehingga itu sangat merugikan tim," tutup Masykur.

Kericuhan terjadi antara kelompok suporter Spartacks dan UWS di area stadion hingga ke luar stadion.

Insiden ini terjadi setelah kelompok suporter Spartacks menyalakan flare di dalam stadion usai pertandingan sekitar pukul 23.02 WIB.

Tak lama setelah flare dinyalakan, terjadi aksi kejar-kejaran antara dua kelompok suporter tersebut di dalam stadion. 

Baca juga: Gagal Petik Poin Penuh dari PSIM, Dejan Antonic Resmi Angkat Koper dari Semen Padang FC

Diketahui, Spartacks dan UWS sama-sama berada di tribun selatan Stadion Haji Agus Salim dengan posisi yang bersebelahan.

Melihat situasi memanas, petugas steward bersama pihak kepolisian berupaya menenangkan keadaan dan meminta para suporter keluar dari area stadion.

Meski sempat mereda saat kedua kelompok suporter keluar stadion, kericuhan kembali terjadi di luar stadion. Aksi saling kejar dan lempar benda kembali berlangsung di area sekitar stadion.

Sejumlah video yang dilihat TribunPadang.com memperlihatkan keributan terjadi di area parkiran stadion.

Baca juga: Semen Padang FC Gagal Menang Lawan 10 Pemain PSIM Yogyakarta, Kabau Sirah Mandul di Haji Agus Salim

Petugas kepolisian bersama warga sekitar kemudian berupaya melerai dan menghentikan kericuhan tersebut hingga kedua kelompok suporter akhirnya membubarkan diri.

TribunPadang.com juga telah mencoba mengonfirmasi beberapa suporter yang diduga terlibat dalam keributan tersebut. Namun, para suporter yang ditemui enggan memberikan keterangan.

Jalannya Pertandingan

SEMEN PADANG FC: Pemain Semen Padang FC berusaha melewati hadangan pemain PSIM Yogyakarta dalam laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) malam. Kedua tim harus puas berbagi poin setelah bermain imbang tanpa gol.
SEMEN PADANG FC: Pemain Semen Padang FC berusaha melewati hadangan pemain PSIM Yogyakarta dalam laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) malam. Kedua tim harus puas berbagi poin setelah bermain imbang tanpa gol. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Semen Padang FC harus puas berbagi poin dengan PSIM Yogyakarta usai bermain imbang 0-0 pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) malam.

Pertandingan yang dipimpin wasit Naufal Adya Fairuski itu dimulai pukul 21.00 WIB.

Babak Pertama: PSIM Kartu Merah, Skor Tetap 0-0

Sejak kick-off, Kabau Sirah langsung mengambil inisiatif serangan. Semen Padang berupaya menguasai ritme permainan, sementara PSIM tampil lebih hati-hati dan menunggu momentum lewat serangan balik.

Peluang pertama hadir pada menit keempat setelah Alhasan Wakaso dilanggar di luar kotak penalti. Angelo yang maju sebagai eksekutor melepaskan sepakan keras, namun bola masih melayang di atas mistar gawang.

Baca juga: Semen Padang vs PSIM Babak Pertama 0-0: Laskar Mataram Main 10 Pemain Usai Kartu Merah Fahreza

Menit ke-9, Semen Padang hampir membuka keunggulan. Kasim Botan melakukan serangan balik cepat dari lini tengah tanpa kawalan. Ia menusuk hingga melepaskan sepakan terukur ke arah gawang Cahya Supriadi, tetapi bola hanya membentur tiang.

PSIM juga sempat mengancam pada menit ke-19 melalui Fahreza Sudin yang lolos dari kawalan. Namun upayanya berhasil digagalkan Angelo Meneses yang sigap melakukan cover.

Semen Padang terus menekan. Peluang demi peluang lahir lewat Firman Juliansyah, Kazaki, hingga Guillermo Hernandez Hierro, tetapi belum mampu memecah kebuntuan.

Insiden krusial terjadi pada menit ke-36. Fahreza Sudin melakukan pelanggaran keras terhadap Samuel Christianson Simanjuntak. Setelah mengecek VAR, wasit mengeluarkan kartu merah untuk Fahreza pada menit ke-38. Samuel yang mengalami cedera digantikan Ricky Ariansyah.

Meski unggul jumlah pemain dan terus menggempur hingga tambahan waktu lima menit, Semen Padang tetap gagal mencetak gol. Babak pertama berakhir 0-0.

Baca juga: Jalan Sicincin-Balingka Kembali Normal, Alat Berat HKI Berhasil Bersihkan Material Longsor di Agam

Babak Kedua: Dominan, Tapi Tembok PSIM Sulit Ditembus

Memasuki babak kedua, Semen Padang langsung tampil menekan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, termasuk sepakan keras Wakaso pada menit ke-50 yang masih melambung.

Satu menit berselang, Kianz Gonzalez Froese mendapat peluang emas dari sisi kanan, tetapi sepakannya juga melebar.

Pada menit ke-57, pelatih Dejan Antonic melakukan dua pergantian pemain dengan memasukkan Zidane Afandi dan Maicon Souza menggantikan Ravy Dieulerinche Tsouka Dozi serta Firman Juliansyah. Masuknya dua pemain ini membuat intensitas serangan tuan rumah meningkat.

Namun hingga menit ke-60, rapatnya lini pertahanan PSIM membuat Kabau Sirah kesulitan mencetak gol.

Kiper PSIM, Cahya Supriadi, tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan krusial. Pada menit ke-69, ia kembali menggagalkan sepakan keras Ricky Ariansyah dari luar kotak penalti.

Meski bermain dengan 10 orang, PSIM beberapa kali melancarkan serangan balik berbahaya. Menit ke-73, Norberto Ezequiel Vidal mengeksekusi tendangan bebas dari luar kotak penalti, namun bola masih melambung. Menit ke-79, tim tamu kembali mengancam lewat sepakan jarak jauh yang berhasil ditepis kiper Semen Padang.

Baca juga: Gunung Marapi Sumbar Meletus Lagi di Awal Maret 2026, Total Sudah 24 Kali Erupsi Sejak Januari

Hingga menit ke-90, skor tetap 0-0. Wasit memberikan tambahan waktu empat menit, tetapi tak ada gol tercipta sampai peluit panjang dibunyikan.

Dengan hasil imbang ini membuat kedua tim harus berbagi poin. Semen Padang naik ke peringkat 17 dengan 17 poin, unggul satu angka dari Persis Solo.

Sementara PSIM Yogyakarta naik ke posisi 8 dengan koleksi 37 poin.

Susunan Pemain

Semen Padang FC:

Rendy Oscario (GK), Ravy Dieulerinche Tsouka Dozi, Jaime Andres Giraldo Ocampo, Guillermo Hernandez Hierro, Kianz Gonzalez Froese, Samuel Christianson Simanjuntak (Ricky Ariansyah), Kazaki Nakagawa, Angelo Meneses, Alhasan Wakaso, Firman Juliansyah (Maicon Souza), Kasim Botan.

PSIM Yogyakarta:

Cahya Supriadi (GK), Johannes Daniel Maria Van Der Avert, Yusaku Yamadera, Franco Gaston Ramos Mingo, D.S. Sheva Maresca Amavisca, Norberto Ezequiel Vidal, Raka Cahyana Rizky, Riyatno Abiyoso, Rahmatshoh Rahmatzoda, Fahreza Sudin, Nermin Haljeta.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.