TRIBUNTRENDS.COM - Kepergian Vidi Aldiano di usia 35 tahun masih menyisakan duka mendalam. Hingga lebih dari dua minggu setelah dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, makamnya tak pernah sepi dari peziarah.
Keluarga, sahabat, hingga penggemar silih berganti datang untuk mendoakan pelantun “Status Palsu” tersebut. Setiap hari, pusara Vidi dipenuhi bunga warna-warni sebagai bentuk cinta terakhir untuk sang musisi.
Namun di balik ramainya peziarah, keluarga sempat dibuat bingung oleh satu hal yang terasa janggal. Bunga yang menumpuk di pagi hari, tiba-tiba menghilang saat sore tiba.
Fenomena ini sempat menimbulkan tanda tanya besar, bahkan bagi ayah Vidi, Harry Kiss.
Setelah ditelusuri, fakta sebenarnya justru cukup sederhana namun tak banyak diketahui. Hilangnya bunga bukan karena hal aneh, melainkan bagian dari prosedur perawatan makam.
Baca juga: Pantas Sampai Dijuluki Duta Persahabatan, Bocor Rahasia Vidi Aldiano Demi Bahagiakan Orang Lain
"Kalau bunga nih ya ternyata kalau kita tabur bunga di atas makam Vidi yang masih baru ini lagi ditanamin rumput," kata Harry.
"Itu rumputnya enggak tumbuh. Jadi setiap sore itu petugas makam bersihin bunganya. Itu bisa dua karung saking banyaknya yang ngasih bunga ya."
"Makanya kadang-kadang, kita pagi-pagi banyak bunga kok tiba-tiba sore enggak ada," lanjutnya.
Ternyata, petugas makam secara rutin membersihkan bunga agar rumput yang baru ditanam bisa tumbuh dengan baik. Jika bunga dibiarkan menumpuk, proses pertumbuhan rumput akan terganggu.
Harry juga menjelaskan bahwa ke depannya, jika kondisi makam sudah stabil, peziarah diperbolehkan kembali menabur bunga seperti biasa.
Baca juga: Area Makam Vidi Aldiano Mulai Ditanami Pohon, Harry Kiss Ingin Peziarah Nyaman: Lebih Manusiawi
Selain soal bunga yang hilang, ada hal lain yang tak kalah menarik perhatian keluarga. Suatu hari, mereka menemukan bunga anggrek putih di makam Vidi—tanpa kartu ucapan atau identitas pengirim.
"Itu tiba-tiba kita nemu anggrek putih di makam," kata Harry.
"Saya enggak tahu siapa yang ngirim, karena yang ngirim anggrek putih itu enggak dikasih nama," sambungnya.
Keberadaan bunga tersebut menjadi misteri tersendiri. Apalagi, anggrek putih memiliki makna khusus bagi keluarga Vidi.
Sang ibunda diketahui sangat menyukai dan sering menanam anggrek putih di rumah. Namun, Harry memastikan bunga di makam bukan berasal dari rumah mereka.
"Lain kali kalau ngirim kasih nama ya. Jadi kita biar tahu," ucapnya.
"Istri saya selalu menanam anggrek putih di rumah. Tahu nggak dari mana? Dari orang ngirim anggrek putih, habis itu dia tanam lagi," terang Harry.
Baca juga: Lagi Dirawat di RS, Vidi Aldiano Ngotot Hibur Penggemar, Gelang & Selang Infus Ditutup Sarung Tangan
Lebaran tahun ini menjadi momen yang sangat berat bagi keluarga. Tradisi yang biasanya dilakukan bersama kini terasa kosong tanpa kehadiran Vidi.
"Selalu kita foto di depan rumah itu dengan berbagai macam ide," kata Harry.
"Tiba-tiba Power Rangers lah, masaklah, kopi lah."
"Makanya kita kehilangan satu satu peserta ya," lanjutnya.
Meski demikian, keluarga tetap berusaha menjaga kebiasaan berziarah setiap hari, tak hanya ke makam Vidi, tetapi juga ke makam orang tua mereka yang berada di lokasi berdekatan.
Baca juga: Lagi Dirawat di RS, Vidi Aldiano Ngotot Hibur Penggemar, Gelang & Selang Infus Ditutup Sarung Tangan
Di tengah duka, keluarga juga mengambil keputusan mulia terkait barang peninggalan Vidi. Banyak pakaian dan perlengkapan panggung miliknya disumbangkan kepada yang membutuhkan.
“Sampai kemarin, sebagian sudah dikasih-kasihkan ke panti-panti, ya, alhamdulillah,” ujar sang ibu.
“Karena bajunya gede-gede, sebaiknya barang-barang yang menumpuk diberikan kepada orang yang membutuhkan,” jelasnya.
“Supaya di sana pun pertanggungjawaban Vidi berkurang, pertanggungjawaban Vidi di mata Allah berkurang,” tuturnya.
Langkah ini menjadi bentuk cinta sekaligus doa, agar kebaikan Vidi terus mengalir meski ia telah tiada.
Banjarmasin Post | TribunTrends.com | Achmad Satrio