BEGINI Kondisi Ibu di Desa Kopeang Mamuju Pasca Bersalin di Jalan Rusak
Ilham Mulyawan March 25, 2026 08:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kondisi Ratna Najib, warga Desa Kopeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat yang terpaksa melahirkan di jalan rusak, Selasa (24/3/2026) dilaporkan dalam keadaan baik. 

Begitupun bayi yang baru dilahirkannya. 

Baca juga: Wanita di Desa Kopeang Mamuju Terpaksa Melahirkan di Jalan Rusak Mobil Tak Bisa Tembus Medan Berbatu

Baca juga: ODGJ Ngamuk Bacok Polisi Pakai Kapak Korban Luka Sobek Lengan Kiri

Ratna terpaksa menjalani proses persalinan, dengan kondisi seadanya di atas tanah berbatu karena kendaraan yang membawanya tak mampu menembus medan jalan yang ekstrem menuju pusat kota.

Kejadian bermula saat Ratna mulai merasakan kontraksi hebat. 

Pihak keluarga segera berupaya membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat menggunakan mobil hardtop.

Namun, kondisi jalan yang hancur, dipenuhi lubang dalam, dan tanjakan terjal membuat kendaraan berguncang hebat. 

Ratna yang makin terkontraksi akibat guncangan akhirnya melahirkan di jalan.

Keberaniannya menuai simpati luas dari masyarakat setempat.

"Ratna Najib betul-betul kuat. Saya menangis melihat perjuangannya yang luar biasa. Semoga ibu dan bayinya selalu diberikan kesehatan," Kata warga setempat, Wasti.

Warga Desa Kopeang berharap pemerintah Kabupaten Mamuju dan Provinsi Sulawesi Barat segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki akses jalan tersebut. 

Mereka tidak ingin ada lagi ibu lain yang harus bertaruh nyawa di tengah jalan hanya untuk mendapatkan hak layanan kesehatan yang layak. 

Tanpa Peralatan Medis Memadai

Saat proses persalinan di tengah jalan rusak, dengan peralatan seadanya dan dibantu warga serta kerabat yang berada di lokasi, Ratna akhirnya melahirkan bayinya di pinggir jalan yang terbuka, dikelilingi rimbunnya hutan dan debu jalanan.

Tanpa ranjang rumah sakit atau peralatan medis yang memadai, Ratna berjuang antara hidup dan mati. 

Warga hanya bisa memberikan perlindungan seadanya dengan payung dan kain sarung untuk menutupi proses persalinan tersebut.

Wasti mengeluhkan kondisi infrastruktur di wilayahnya yang seolah terlupakan pemerintah. 

Menurutnya, peristiwa ini bukan pertama kalinya warga menderita saat harus dievakuasi karena sakit. (*) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.