SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Kondisi lalu lintas di Kabupaten Tulungagung nyaris tanpa kemacetan selama arus mudik dan balik lebaran 2026.
Volume kendaraan ada peningkatan, ramai, namun tak sampai menimbulkan kemacetan seperti musim Lebaran tahun lalu.
Tak ditemui kemacetan di beberapa titik kemacetan di masa mudik lebaran tahun 2025.
Wilayah Ngantru yang sebelumnya menjadi momok kemacetan, tahun ini nyaris tanpa antrean kendaraan.
Bahkan Polres Tulungagung tahun ini tidak mendirikan pos pengamanan di Jalan Raya Ngantru, seperti tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Info Rekayasa Lalu Lintas untuk Urai Kemacetan di Jalur Bandarkedungmulyo Jombang Kertosono
Pantauan SURYA.CO.ID pada Rabu (25/3/2026), simpang tiga Ngantru di utara Jembatan Ngujang 1 hanya dijaga seorang relawan.
Relawan ini hanya membantu kendaraan dari arah selatan (Tulungagung) yang akan belok ke timur, ke arah Kabupaten Blitar.
Meski ada persilangan arus kendaraan yang akan berbelok, namun tidak terjadi kemacetan.
“Jalur-jalur alternatif tidak disiapkan seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini sepenuhnya mengandalkan jalur utama,” jelas Kapolsek Ngantru, AKP Edy Santoso.
Di tahun-tahun sebelumnya, 2 lajur berlawanan di simpang tiga ini dipisahkan dengan tali, sehingga kendaraan dari selatan tidak bisa berbelok ke timur.
Kala itu,antrean kendaraan yang akan lewat simpang tiga ini bisa mengular sampai 1 km.
Baca juga: Arus Balik Tuban Masih Landai, Puncak Kedua Diprediksi Sabtu Ini
Jalur langganan macet lainnya, Jetakan dan Cuwiri di Kecamatan Kauman juga lancar.
Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila, mengatakan dua titik ini sempat macet di hari pertama lebaran, Sabtu (21/3/2026) dan Minggu (22/3/2026).
Kemacetan saat itu lebih disebabkan banyaknya warga yang silaturahmi ke kerabat.
“Tahun lalu dua kawasan ini juga menjadi titik kemacetan. Namun saat itu lebih banyak karena warga yang berwisata,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, Taufik mengatakan, kondisi lalu lintas di Tulungagung tidak ada kemacetan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Bahkan wilayah Kecamatan Ngantru sengaja dilepas tanpa Pos Pengamanan, karena sudah diprediksi tidak ada antrean kendaraan.
Berdasar data pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2025, kawasan ini sudah bisa dilepas tanpa pengaturan aparat.
Baca juga: Kronologi Kaki Polisi di Madiun Terlindas Bus Pariwisata saat Amankan Arus Balik Lebaran 2026
Kondisi sepi kendaraan juga terjadi di Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung-Trenggalek.
Padahal ruas akses wisata ini telah diantisipasi sebagai pusat kemacetan selama libur lebaran.
“JLS juga sepi, tidak seperti saat libur Natal dan Tahun Baru kemarin,” ujar Taufik.
Taufik menambahkan, kecenderungan pemudik silaturahmi di hari pertama dan hari kedua lebaran, kemudian balik.
Selain itu kecenderungan warga mudik menggunakan angkutan umum, seperti bus dan kereta api.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pemudik dari kota-kota besar datang menggunakan mobil pribadi.
“Kalau dilihat di jalan, kendaraan pribadi tahun ini lebih minim dibanding tahun lalu. Sementara penumpang kereta api maupun bus relatif meningkat,” pungkasnya.