Khofifah Kumpulkan Kepala Daerah se-Jatim Bahas Dampak Perang Timur Tengah
Cak Sur March 25, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, mengumpulkan Bupati dan Wali Kota se-Jatim dalam agenda diskusi dampak perang Timur Tengah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (25/3/2026).

Diskusi strategis ini menghadirkan panelis dari Kemenko Perekonomian, Bank Indonesia, hingga akademisi Universitas Airlangga guna memetakan risiko ekonomi bagi Jawa Timur.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, mengungkapkan bahwa ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dan Iran mulai memberikan tekanan nyata pada jalur logistik dan harga bahan baku.

Ancaman Spekulan dan Panic Buying

Emil menegaskan, bahwa pemerintah daerah harus aktif mengantisipasi pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan gejolak harga energi dan pangan.

  • Waspadai aksi penimbunan stok BBM dan bahan pokok.
  • Mencegah terjadinya fenomena panic buying di masyarakat.
  • Memperkuat peran TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) untuk mendeteksi spekulan.
  • Memantau kenaikan harga komponen produksi UMKM, seperti plastik.

"Para bupati dan wali kota harus bersiap. Jika ada tindakan menimbun atau memanfaatkan gejolak BBM, TPID harus lebih gercep (gerak cepat) melakukan deteksi," tegas Emil.

Kondisi Ekonomi Jatim Relatif Tangguh

Meski dunia dihantui ketidakpastian, simulasi Bappenas menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi Jawa Timur relatif lebih kuat dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Emil juga memaparkan, bahwa tahun lalu Jatim berhasil mencatatkan surplus perdagangan internasional yang jarang terjadi sebelumnya.

"Ekspor kita tumbuh 16 persen lebih, sementara impor turun 2,75 persen. Ini modal kuat kita, tapi tidak boleh membuat kita lengah terhadap perlambatan perdagangan global," tambahnya.

Mengapa Dampak Timur Tengah Begitu Nyata?

Konflik Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran sebagai salah satu produsen minyak utama dunia, secara langsung memicu kenaikan harga minyak mentah global. Sebagai dampaknya:

  • Biaya Logistik: Kenaikan harga minyak meningkatkan ongkos kirim barang secara internasional maupun domestik.
  • Harga Komoditas: Kenaikan minyak biasanya diikuti lonjakan harga komoditas lain seperti batu bara dan sawit (lindung nilai).
  • Inflasi UMKM: Kenaikan harga bahan turunan minyak, seperti biji plastik, langsung memukul sektor UMKM yang menggunakan kemasan plastik.

Saat ini, Pemerintah Pusat masih berupaya menahan gejolak harga BBM melalui skema subsidi dan pembatasan penggunaan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), karena stok bahan pokok di Jawa Timur dipastikan aman oleh pemerintah daerah.

Selain itu, pelaku UMKM disarankan mulai mencari alternatif bahan baku lokal, untuk meminimalisir ketergantungan pada komponen impor yang terdampak fluktuasi nilai tukar dolar dan harga minyak dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.