Disdikpora Donggala Dorong Pemetaan Guru, Penempatan Akan Disesuaikan Domisili
Regina Goldie March 26, 2026 12:29 AM

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala terus mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan melalui penataan distribusi tenaga pendidik.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan menjalankan program pemetaan domisili guru dan kepala sekolah agar penempatan tugas lebih efektif dan efisien.

Kepala Disdikpora Donggala, Ansyar Sutiadi, mengatakan kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru, sehingga penataan distribusi menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

“Peningkatan mutu itu kuncinya ada pada kompetensi guru. Salah satu program kami adalah mendekatkan guru dan kepala sekolah dengan tempat tugasnya,” ucapnya kepada TribunPalu.com, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan sistem pendataan berbasis daring yang dapat diakses oleh seluruh sekolah melalui tautan (link) yang telah dibagikan.

Data yang dikumpulkan meliputi alamat tempat tinggal, lokasi mengajar, jenjang kelas, serta mata pelajaran yang diampu oleh masing-masing guru.

“Kami sudah siapkan link untuk diisi oleh kepala sekolah dan guru. Dari situ kita bisa tahu mereka tinggal di mana, mengajar di mana, kelas berapa dan mata pelajaran apa, sehingga mudah untuk dipetakan,” jelas mantan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Palu itu.

Menurut Ansyar, ketersediaan data yang akurat sangat dibutuhkan mengingat jumlah guru di Donggala yang cukup besar, sehingga proses penataan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Baca juga: Viral Teror Air Keras ke Kendaraan Resahkan Warga Palu, Polisi Imbau Tetap Tenang

Namun, hingga saat ini masih terdapat sejumlah sekolah yang belum melengkapi data tersebut.

“Ini pekerjaan besar. Sampai sekarang masih ada kepala sekolah yang belum mengisi link. Padahal pemetaan ini tidak bisa dilakukan kalau datanya belum lengkap,” tegasnya.

Ia menambahkan, setelah proses pendataan rampung, pihaknya akan melakukan analisis sebagai dasar dalam menentukan kebijakan distribusi guru ke depan.

Ansyar menilai, penempatan guru yang terlalu jauh dari tempat tinggal berpotensi memengaruhi kinerja dan efektivitas proses belajar mengajar.

“Kalau dibiarkan terlalu jauh, tentu akan memengaruhi kinerja. Karena itu kita ingin atur agar lebih dekat dan lebih efektif,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.