nextren.com - Xiaomi Indonesia mencatatkan dominasi di pasar teknologi sepanjang 2025. Berdasarkan laporan Omdia, Xiaomi menjadi merek nomor satu di kategori smartphone, tablet, dan wearable band di Indonesia.
Capaian ini menunjukkan strategi Xiaomi yang mengandalkan kombinasi harga kompetitif, portofolio produk luas, dan ekosistem perangkat yang terintegrasi masih efektif di pasar domestik.
Country Director Xiaomi Indonesia, Wentao Zhao, mengatakan pencapaian ini didorong oleh kepercayaan konsumen.
"Sepanjang 2025, Xiaomi menghadirkan pengalaman teknologi premium melalui perangkat flagship dan ekosistem AIoT yang semakin luas," ujarnya.
Di kategori tablet, Xiaomi mencatat performa paling agresif. Perusahaan meraih pangsa pasar 36 persen, dengan pertumbuhan 75 persen year-on-year.
Kenaikan ini didorong oleh perubahan kebutuhan pengguna. Tablet kini tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga digunakan untuk belajar dan bekerja secara mobile.
Xiaomi memanfaatkan momentum ini dengan menghadirkan tablet untuk berbagai segmen, mulai dari pelajar hingga profesional.
Xiaomi juga mempertahankan posisi teratas di pasar wearable band Indonesia dengan pangsa pasar 30 persen, naik 3 persen YoY.
Secara global, Xiaomi memimpin dengan pangsa pasar 18 persen dan total pengiriman lebih dari 200 juta unit sepanjang 2025.
Permintaan wearable band tetap tinggi karena perangkat ini praktis untuk memantau kesehatan, seperti detak jantung, tidur, dan aktivitas harian.
Di pasar smartphone, Xiaomi memimpin dengan pangsa pasar 19 persen, meski industri mengalami perlambatan.
Keberhasilan ini ditopang oleh strategi produk yang menjangkau berbagai segmen, dari entry-level hingga flagship.
Di kelas premium, Xiaomi mulai memperkuat posisi lewat teknologi kamera hasil kolaborasi Leica serta fitur AI melalui HyperOS.
Keunggulan utama Xiaomi ada pada ekosistem. Smartphone, tablet, dan wearable saling terhubung dalam satu sistem.
Pendekatan ini meningkatkan kenyamanan pengguna sekaligus memperkuat loyalitas.
Konsumen yang sudah menggunakan satu perangkat Xiaomi cenderung membeli produk lain dalam ekosistem yang sama.
Dominasi Xiaomi di tiga kategori sekaligus menunjukkan posisi perusahaan yang kuat di Indonesia sepanjang 2025.
Ke depan, tantangan akan datang dari persaingan yang semakin ketat dan tuntutan inovasi yang lebih tinggi.
Namun untuk saat ini, Xiaomi berhasil membaca kebutuhan pasar: perangkat yang terjangkau, terintegrasi, dan relevan dengan gaya hidup digital.