Pemerintah Wacanakan WFH ASN, Akademisi Unima Manado Sebut Tergantung Kepatuhan Pegawai
Alpen Martinus March 26, 2026 01:46 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO  Pemerintah kembali menggulirkan wacana kebijakan kerja fleksibel dengan menetapkan satu hari dalam sepekan sebagai Work From Home (WFH). 

Kebijakan ini direncanakan setelah sebelumnya diterapkan skema Work From Anywhere (WFA) pasca Lebaran.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), di tengah lonjakan harga minyak dunia yang belum stabil akibat konflik geopolitik internasional.

Baca juga: Jawaban Pemkot Manado Soal Belum Berlakunya WFH ASN, Masih Kerja Normal di Kantor

Meski demikian, belum ada kepastian apakah kebijakan WFH ini akan berlaku bagi seluruh sektor pekerjaan atau hanya bagi instansi tertentu.

Menanggapi hal itu, Akademisi Universitas Negeri Manado (Unima), Robert Winerungan, menilai kebijakan tersebut berpotensi memberikan dampak positif.

Khususnya dalam penghematan energi di Sulawesi Utara. 

Saat dihubungi via WhatsApp, Rabu (25/3/2026) malam, ia mengatakan, kebijakan ini bisa mengurangi konsumsi BBM pegawai. 

"Kalau satu atau dua orang saja sudah ada penghematan energi,” ujarnya.

Namun, ia menekankan efektivitas kebijakan ini sangat bergantung pada moral dan tingkat kepatuhan pegawai dalam menjalankannya.

“Semoga aturan ini benar-benar diterapkan dari rumah, bukan justru dimanfaatkan untuk bepergian. Kalau begitu, sama saja,” katanya.

Menurutnya, jika pegawai tetap menggunakan kendaraan untuk aktivitas lain di luar rumah saat hari WFH, maka tujuan penghematan energi tidak akan tercapai.

“Harusnya bisa mengurangi penggunaan motor atau mobil. Tapi kalau moral dan kepatuhan tidak bagus, itu sama saja pemborosan,” tambahnya.

Ia pun berharap masyarakat, khususnya para pegawai, dapat mematuhi kebijakan pemerintah tersebut demi tujuan bersama.

“Diharapkan dipatuhi, supaya bisa benar-benar mengurangi konsumsi, salah satunya BBM,” tandasnya. (PET) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.