Libur Lebaran 2026, Wisata Pulau Nunukan Ramai Pengunjung, Air Terjun Binusan jadi Primadona
Amiruddin March 26, 2026 10:46 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kunjungan wisata ke Pulau Nunukan mengalami lonjakan signifikan selama libur lebaran Idul Fitri 2026. 

Salah satu destinasi unggulan, Air Terjun Binusan di Kecamatan Nunukan, mencatat jumlah pengunjung yang cukup tinggi dalam tiga bulan terakhir.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan, H. Sura’i, jumlah pengunjung Air Terjun Binusan dari Januari hingga Maret 2026 tembus 1.775 orang.

Terdiri dari 1.353 dewasa, dan 422 anak-anak. 

Angka ini setara dengan 61,38 persen dari total kunjungan sepanjang tahun 2025, yang tercatat 2.892 orang.

“Data ini menunjukkan minat masyarakat terhadap objek wisata lokal terus meningkat, terutama saat libur panjang seperti lebaran. 

Kami sangat bersyukur karena wisata Nunukan banyak diminati,” ujar Sura’i kepada TribunKaltara.com, Kamis (26/03/2026).

 

AIR TERJUN BINUSAN  - Suasana di destinasi wisata alam Air Terjun Binusan kembali menjadi magnet wisatawan di Kabupaten Nunukan. ARSIP-TribunKaltara.com
AIR TERJUN BINUSAN - Suasana di destinasi wisata alam Air Terjun Binusan kembali menjadi magnet wisatawan di Kabupaten Nunukan. Salah satu destinasi unggulan, Air Terjun Binusan di Kecamatan Nunukan, mencatat jumlah pengunjung yang cukup tinggi dalam tiga bulan terakhir. ARSIP-TribunKaltara.com (ARSIP-TribunKaltara.com )

 

Baca juga: Awal 2026 Terjadi Lonjakan Wisatawan di Air Terjun Binusan Nunukan, Empat Hari Dikunjungi 935 Orang

 

Selain Air Terjun Binusan, destinasi lain yang juga menjadi daya tarik wisata adalah Batu Lamampu yang ada di Pulau Sebatik, Pantai Ecing di Nunukan, serta kawasan hutan bakau.

Beberapa lokasi ini dikelola baik oleh pemerintah daerah, maupun secara mandiri oleh pemerintah desa.

“Saat ini, dari 76 objek wisata di Kabupaten Nunukan, hanya dua yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, yaitu Air Terjun Binusan dan wisata mangrove di Kelurahan Nunukan Selatan. 

Sisanya dikelola oleh desa atau pihak lain,” jelas Sura’i.

Peningkatan kunjungan wisata ini berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha di sekitar kawasan wisata, termasuk rumah makan dan penginapan. 

Untuk memastikan pelayanan maksimal, Disbudporapar melakukan pemantauan langsung ke hotel, rumah makan, dan lokasi wisata, bekerja sama dengan Satpol PP dan pihak desa untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung.

“Kami ingin Nunukan tidak hanya menjadi lintasan, tetapi juga menjadi tempat hunian bagi wisatawan. 

Ini mendorong perekonomian lokal sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah,” pungkas Sura’i.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.