Oleh: Pastor John Lewar SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari Kamis 26 Maret 2026.
Tema renungan hari ini "mengubah persepsi".
Renungan hari ini untuk hari Kamis pekan V Prapaskah, Santo Ludgerus, Uskup, Santo Ireneus dari Sirmium, Martir, dengan warna liturgi ungu.
Adapun bacaan liturgi katolik hari Kamis 26 Maret 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Teks Misa Minggu Palma 29 Maret 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
"Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa."
Pada waktu itu, ketika Allah menampakkan diri, maka Abram bersujud. Dan Allah berfirman kepadanya, “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kini kaudiami sebagai orang asing; seluruh tanah Kanaan ini akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.”
Lagi firman Allah kepada Abraham, “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm. 105:4-5.6-7.8-9
Ref. Selama-lamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya
1. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mukjizat dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-Nya.
2. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya. Dialah Tuhan, Allah kita, di seluruh bumi berlaku ketetapan-Nya.
3. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.
Bait Pengantar Injil Mzm 95:8ab
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Janganlah keraskan hatimu, tetapi dengarkan suara Tuhan.
Bacaan Injil Yohanes 8:51-59
"Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”Kekristenan
Kata orang-orang Yahudi kepada Yesus, “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
Adakah Engkau lebih besar daripada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati! Dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?” Jawab Yesus, “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya! Bapa-Kulah yang memuliakan Aku.
Tentang Dia kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia. Sebaliknya, Aku mengenal Dia, dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu.
Tetapi Aku megenal Dia, dan Aku menuruti firman-Nya. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku; ia telah melihatnya dan ia bersukacita.” Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada Yesus, “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”
Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku ada.” Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik:
"Mengubah Persepsi"
Salah satu kecenderungan buruk manusia ialah salah persepsi dalam menyikapi sesuatu dalam hidup. Persepsi merupakan pemahaman yang jelas dan dapat diterima oleh kedua belah pihak dalam pergaulan atau pembicaraan. Menurut KBBI, persepsi adalah proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca indranya. Arti lainnya adalah tanggapan langsung terhadap sesuatu. Semakin tepat persepsi yang kita miliki, semakin mudah kita memahami dan menerima hal-hal baru dalam hidup.
Dalam hidup beriman, hal ini juga terjadi. Kaum Yahudi salah persepsi tentang Yesus. Walaupun Yesus sudah menjelaskan identitas-Nya, mereka tetap tidak bisa memahami dan menerima karena mereka memiliki persepsi yang berbeda sama sekali dengan Yesus. Ketika Yesus bersabda, “Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya" (Yoh. 8:51), mereka sangat terkejut dan menolak. Mereka menanggapi, "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar daripada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?” (Yoh. 8:52-53).
Kaum Yahudi selalu berpatokan pada Abraham, Bapa segala bangsa. Dengan demikian, mereka tidak bisa menerima Yesus sebagai Tuhan bagi mereka; sejatinya, Yesus adalah Allah yang mereka sembah dan juga disembah oleh nenek moyang mereka. Yesus berkata, “Sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia, tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah (Yoh. 8:58-59).
Pada hari-hari pertobatan ini, kita diundang oleh Tuhan untuk memperbarui diri. Pikiran dan hati perlu terus-menerus diubah oleh kasih Tuhan, sehingga kita semakin dapat memahami misteri kasih-Nya yang hadir di tengah kita. Dalam banyak peristiwa, kita sungguh mengalami kehadiran Tuhan yang menyelamatkan. Kita bersyukur karena boleh mengalami sentuhan rohani baik dalam doa maupun dalam berbagai kegiatan pelayanan kasih.
Namun, kita juga menyadari bahwa masih banyak orang yang membutuhkan waktu lebih untuk mengalami kasih Tuhan. Salah satu kesulitan dalam memahami kehadiran Tuhan ialah persepsi kita yang sering dibangun hanya sesuai kemampuan kita. Itulah sebabnya Gereja selalu mengundang kita untuk memperbarui pikiran dan hati melalui Sabda-Nya. Dalam Sabda Tuhan, kita akan menemukan Pribadi Allah yang sungguh mengagumkan dan baru sama sekali.
Kita mungkin berpikir bahwa Tuhan seperti yang pernah kita dengar dalam homili, dari buku, atau pengajaran Kitab Suci. Itu baik, tetapi tidak cukup. Pemahaman kita tentang Tuhan haruslah dari pengalaman hati sendiri. Pengetahuan membimbing kita memahami Sabda Tuhan, tetapi pengalaman pribadi dengan-Nya jauh lebih penting.
Apakah pikiran dan hati bisa tidak berubah? Sangat bisa. Kaum Yahudi sehari-hari bersama dengan Yesus, tetapi pikiran dan hati mereka tetap keras. Mereka tidak bisa menerima Yesus sebagai Tuhan yang menyelamatkan. Kita pun sangat bisa demikian. Kita mengikuti Yesus dalam Gereja Katolik yang kudus, tetapi bisa saja belum percaya sepenuhnya dalam penyelenggaraan Ilahi-Nya. Sikap apatis, pesimis, dan mengeluh dalam pergumulan hidup merupakan wujud dari hal ini.
Lalu, apakah pikiran dan hati bisa berubah? Sangat bisa. Santo Paulus diubah oleh Tuhan sepenuhnya dan menjadi rasul yang berkobar-kobar mewartakan kasih-Nya kepada banyak orang. Seorang penganiaya yang kejam menjadi pewarta yang berapi-api. Tiada yang mustahil bagi Tuhan. Pertanyaannya adalah: apakah kita berkenan diubah oleh Tuhan?
Doa
Tuhan, ajar kami percaya kepada-Mu, meski tidak selalu mengerti jalan-Mu. Kuatkan hati kami untuk setia dalam hal kecil setiap hari. Bimbing kami hidup dalam kebenaran-Mu, agar hidup kami bermakna dan penuh harapan, meski dunia berubah. Sertailah langkah kami hari ini dan seterusnya. Amin.
Sahabatku yang terkasih, selamat Hari Kamis, hari ke-32 Masa Prapaskah. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus... Amin. (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).