TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pembangunan lapangan padel di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan kembali menuai sorotan. Proyek tersebut dinilai mengabaikan keluhan warga sekitar yang merasa terdampak aktivitas konstruksi.
Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi PSI, August Hamonangan, mempertanyakan masih berlanjutnya pembangunan di lokasi tersebut.
Padahal, menurutnya, berbagai keluhan masyarakat telah disampaikan sejak awal.
“Saya merasa heran kenapa pembangunan lapangan padel ini masih berlangsung, padahal sudah dikomplain oleh masyarakat banyak dan saya juga telah menyampaikan keluhan tersebut kepada dinas terkait,” ujar August dalam keterangannya, Rabu (26/3/2026).
Ia menilai, suara warga seharusnya menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Namun, hingga kini pembangunan tetap berjalan tanpa ada tindakan tegas.
“Ataukah suara masyarakat kami ini sudah tidak sepenting itu lagi bagi Pemprov DKI dan pengusaha lapangan padel tersebut, sehingga bisa diabaikan begitu saja,” ucapnya.
Menurut August, pembangunan usaha apapun, termasuk lapangan olahraga, tidak boleh mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.
Ia pun menekankan pentingnya pengawasan ketat sejak tahap perizinan.
“Harusnya, pembangunan lapangan padel ini diawasi dari awal. Perizinannya jangan dimudahkan begitu saja tanpa mempertimbangkan kenyamanan para warga yang sudah lama tinggal di daerah tersebut,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti dugaan penebangan pohon tanpa izin di area pembangunan. Hal tersebut dinilai semakin memperburuk keresahan warga.
“Kalau sudah begini kan repot. Terlebih, ada aduan dari warga kalau pihak yang membangun lapangan padel tersebut melakukan penebangan pohon tanpa izin dan secara liar begitu saja. Ini jelas-jelas mengganggu warga,” jelasnya.
August pun mendesak Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) DKI Jakarta untuk segera mengambil tindakan.
Ia meminta agar pembangunan lapangan padel tersebut dihentikan sementara waktu.
“Pemprov DKI melalui Dinas CKTRP atau Citata tidak dapat menunggu lebih lama lagi. Hari demi hari, warga di Tanjung Barat ini menjadi semakin resah. Sehingga, pembangunan lapangan padel itu harus segera dihentikan,” tegasnya.