Layanan Publik Surabaya Tetap 100 Persen Meski ASN WFA, Eri Cahyadi: Pelayanan Tak Boleh Berhenti
Sudarma Adi March 26, 2026 12:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA — Pemkot Surabaya memastikan seluruh pelayanan publik tetap berjalan 100 persen pada hari pertama masuk kerja pascalibur Lebaran 2026.

Meskipun sebagian aparatur sipil negara (ASN) masih menjalankan work from anywhere (WFA), pelayanan kepada masyarakat dipastikan tidak terganggu.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pelayanan publik tidak boleh berhenti karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta memastikan layanan tetap berjalan normal sejak hari pertama kerja setelah libur panjang Idul Fitri.

Baca juga: Satu Keluarga Asal Surabaya Jadi Korban Kecelakaan Maut di Batu saat Mudik, Ayah Meninggal Dunia

Sistem WFA: Pelayanan Tetap Jalan dari Balai RW

“Seluruh layanan untuk hari pertama masuk kantor ini sudah 100 persen. Jadi 100 persen karena pelayanan publik tidak boleh berhenti,” kata Eri ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (25/3/2026).

Pemerintah pusat menetapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN selama periode libur Lebaran 2026, yang diatur melalui SE Menteri PAN-RB Nomor 2 Tahun 2026. WFA berlaku pada 16-17 Maret 2026 (sebelum Nyepi) dan 25-27 Maret 2026 (setelah Lebaran) untuk mengurai kepadatan arus mudik dan balik, bukan libur tambahan. 

Wali Kota menjelaskan, meskipun ada pegawai yang masih bekerja dari luar kantor atau menjalankan WFA, pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa.

Menurutnya, sistem kerja WFA di Pemkot Surabaya sudah lama diterapkan. Pegawai tetap bekerja melayani masyarakat dari wilayah masing-masing, termasuk dari Balai RW.

Ia mencontohkan pelayanan publik seperti puskesmas, kelurahan, kecamatan hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dipastikan tetap beroperasi dan melayani masyarakat tanpa gangguan.

Menurut Eri, sistem kerja fleksibel tersebut justru membuat pelayanan lebih dekat dengan masyarakat karena pegawai bisa langsung bekerja di lingkungan warga.

Selain memastikan pelayanan publik berjalan normal, Eri juga melakukan evaluasi terhadap kinerja ASN selama masa libur Lebaran 2026. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan kendaraan dinas selama libur Idul Fitri.

Ia memastikan tidak ada kendaraan dinas milik Pemkot Surabaya yang digunakan untuk kepentingan pribadi ke luar kota selama libur Lebaran.

"Alhamdulillah kendaraan di pemerintah kota tidak ada yang keluar karena sudah masuk di kandang semua,” katanya.

Baca juga: Ramalan Cuaca Jatim Kamis 26 Maret 2026, Berawan Cenderung Hujan, Suhu Sidoarjo Surabaya Terpanas

Namun, pihaknya mengungkapkan ada sejumlah kendaraan yang tetap disiagakan, terutama kendaraan operasional di Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan beberapa dinas teknis lainnya.

“Tapi memang tetap ada yang bergerak operasional selama liburan karena bergeraknya di dalam Kota Surabaya untuk menjaga keamanan dan patroli. Itu tetap bisa menggunakan mobil dinas,” ujar mantan ASN Pemkot Surabaya ini.

Secara umum, ia menilai pengelolaan dan kedisiplinan ASN selama libur Lebaran tahun ini lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah berjalan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya,” kata Wali Kota Surabaya dua periode tersebut.

Pasca Lebaran, Pemkot Surabaya juga telah menyiapkan program prioritas, yakni penguatan program Kampung Pancasila. Program ini bertujuan meneruskan semangat Ramadan dan memperkuat silaturahmi di bulan Syawal melalui kegiatan di tingkat kampung dan RW.

Program Kampung Pancasila sebelumnya sudah memiliki percontohan di Kecamatan Genteng dan Kecamatan Wonokromo. Pemkot Surabaya menargetkan dalam satu hingga dua minggu setelah Lebaran seluruh RW sudah mulai menjalankan program tersebut. 

"Targetnya, pada awal April 2026 program Kampung Pancasila diharapkan sudah berjalan secara menyeluruh di Kota Surabaya," tegas mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.