Karhutla di Pelalawan Andalkan Pemadaman Darat, Heli WB ke Bengkalis dan OMC Mulai April
Muhammad Ridho March 26, 2026 12:17 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda beberapa desa di Kabupaten Pelalawan Riau masih menyala dan belum terkendali hingga Kamis (26/3/2026).

Sedikitnya ada 4 desa yang dibelenggu Karhutla di tiga kecamatan di Pelalawan dengan kondisi api yang belum padam total dan menimbulkan asap pekat.

Personil gabungan dari berbagai instansi sedang fokus melakukan pemadaman dan pendinginan. 

Penanggulangan bencana Karhutla masih mengandalkan operasi pemadaman darat oleh petugas gabungan. Menggunakan peralatan lengkap dengan menempuh medan yang cukup sulit serta terkendala angin kencang hingga ketersediaan air yang minim. 

"Kita sudah coba meminta bantuan helikopter Water Bombing dan OMC ke BNPB serta provinsi. Supaya membantu pemadaman api yang parah," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan, BNPB telah mengirimkan helikopter Water Bombing (WB) ke Kota Pekanbaru setelah proses lelang selesai.

Namun Heli WB diarahkan untuk menangani Karhutla di Kabupaten Bengkalis yang saat ini sedang membara. Kemungkinan setelah tuntas di Bengkalis, Helikopter WB ditugaskan ke titik Karhutla di Pelalawan. 

Baca juga: Api Karhutla Menyala di Desa Sungai Upih, BPBD Pelalawan Kirim Personil Bantuan ke Kuala Kampar 

Sedangkan permintaan program Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah direspon, tetapi akan dimulai pada awal Bulan April. BNPB melakukan OMC di langit Riau untuk menekan firespot dan hotspot yang sedang menggila.

"Artinya kita masih mengandalkan petugas di lapangan memadamkan api. Makanya pola penyekatan lebih diutamakan di lokasi," tambah Zulfan. 

Saat ini api Karhutla tersebar di Kecamatan Teluk Meranti yang meliput Desa Pulau Muda dan Desa Gambut Mutiara. Si jago merah belum terkendali dan bahkan cenderung bertambah serta meluas. Personil gabungan berbagi tugas memadamkan api di beberapa titik. 

Kemudian kebakaran yanh cukup besar di Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar.

Api melalap lahan gambut yang ditanami kebun kelapa dan sebagian semak belukar. Personil rayon kecamatan menanggulangi bencana kebakaran. BPBD Pelalawan mengirimkan bantuan personil ke Pulau Mendol, menambah kekuatan pemadaman darat.

"Di Desa Merbau api sudah padam, tapi titik asap cukup banyak. Belum bisa ditinggalkan, takut api naik lagi seperti sebelumnya," ujar Zulfan.  

Hari ini terdeteksi 93 hotspot di Pelalawan yang tersebar di Kecamatan Kuala Kampar dan Teluk Meranti. Tepatnya di wilayah yang saat ini sedang dilanda bencana Karhutla. 

( Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.