Polisi Dalami Motif Dugaan Pembunuhan Pegawai Bawaslu OKU Selatan, Barang Berharga Maria Hilang
Odi Aria March 26, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM, MUARADUA- Misteri kematian staf Sekretariat Bawaslu OKU Selatan, Maria Simaremare (38), mulai mengarah pada dugaan tindak kriminal.

Seperti diketahui, Maria ditemukan meninggal dunia pada Rabu pagi, 25 Maret 2026, di rumah kontrakannya di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua.

Maria diduga menjadi korban pembunuhan. Dimana Maria ditemukan dengan kondisi bersimbah darah dengan luka di leher. 

Hilangnya sejumlah barang berharga korban menjadi petunjuk awal yang kini didalami aparat kepolisian.

Penemuan jasadnya pertama kali diketahui warga yang curiga karena Maria tidak terlihat beraktivitas dan tidak merespons saat dipanggil.

Kasatreskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston L. Sinaga, mengungkapkan beberapa barang korban yang hilang, antara lain satu unit sepeda motor Honda BeAT, sebuah laptop, dan dua unit telepon genggam.

Polisi masih mendalami kemungkinan keterkaitan kehilangan barang dengan kematian Maria.

“Belum bisa kita simpulkan sebagai perampokan. Saat ini penyelidikan masih dalam tahap awal, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti,” ujar Aston, Kamis (26/3/2026).

Pemeriksaan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi juga terus dilakukan guna mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Polisi juga membuka kemungkinan berbagai motif di balik peristiwa ini, mulai dari tindak pencurian dengan kekerasan hingga faktor lain yang masih dalam proses penyelidikan.

“Semua kemungkinan masih terbuka. Kami bekerja secara maksimal untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kejadian ini,” tambah Aston.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, mengingat adanya indikasi kehilangan barang yang dapat mengarah pada dugaan tindak kriminal. Polisi memastikan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada publik seiring hasil penyelidikan yang terus berjalan.

Korban diketahui merupakan staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten OKU Selatan dan tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang merasa curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas sejak sehari sebelumnya dan tidak merespons saat dipanggil. 

Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di dalam kamar. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polres OKU Selatan bersama Polsek Muaradua dan Unit Identifikasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan kepolisian.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana membenarkan adanya peristiwa penemuan jasad tersebut.

“Betul, ada kejadian penemuan mayat perempuan di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua,” ujarnya saat dikonfirmasi jurnalis Tribunsumsel.com dan Sripoku.com pada Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, petugas langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta melakukan olah TKP dan pendataan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi.

Selain itu, jenazah korban juga telah dievakuasi ke RSUD Muaradua guna dilakukan pemeriksaan medis melalui visum et repertum (VER).

“Langkah-langkah yang kami lakukan di antaranya mendatangi TKP, mengamankan dan memasang police line, melakukan olah TKP, mencatat identitas saksi, membawa korban ke RSUD, serta menghubungi pihak keluarga,” jelasnya.


Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa dari hasil pengamatan awal secara kasat mata, ditemukan adanya luka di bagian leher korban.


“Secara kasat mata memang ada luka di bagian leher korban yang diduga akibat sayatan benda tajam,” ungkap AKBP I Made Redi Hartana.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.